Papua No. 1 News Portal | Jubi
Manokwari, Jubi – Capaian program vaksinasi dan pelacakan kasus COVID-19 di Kabupaten Pegunungan Arfak paling rendah di Provinsi Papua Barat sehingga daerah ini masih dikategorikan ‘zona hijau’.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mencatat hingga 9 Juli 2021 jumlah pekerja publik di Kabupaten Pegunungan Arfak yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 hanya 5 (lima) orang atau 0,1 persen dari 4.490 orang yang ditargetkan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, di Manokwari, mengatakan capaian vaksinasi COVID-19 di provinsi itu mencatat Kabupaten Pegunungan Arfak paling rendah.
Ia mengungkap bahwa dari target vaksinasi COVID-19 bagi 42 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pegunungan Arfak, 34 orang sudah divaksin dosis pertama dan pada penyuntikan dosis kedua hanya diikuti 27 orang saja.
“Vaksinasi COVID-19 bagi lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pegunungan Arfak masih nol (0) dari target 707 lansia. Sedangkan untuk masyarakat umum baru 35 orang yang sudah divaksin dosis kedua atau 0,2 persen dari target 20.484 orang,” tutur Otto Parorongan, Minggu (11/7/2021) kemarin.
Diketahui, program serbuan vaksinasi COVID-19 massal Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama TNI-Polri belum terlihat adanya upaya pemetaan atau rencana aksi serbuan vaksinasi ke wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak.
Sementara, akses darat Kabupaten Pegunungan Arfak dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dari Kabupaten Manokwari.
Selain capaian vaksinasi yang rendah di Kabupaten Pegunungan Arfak, Satgas COVID-19 provinsi belum dapat memberikan informasi lengkap terkait perkembangan pelacakan kasus di daerah itu.
Baca juga: Papua Barat berlakukan PPKM Mikro hingga 20 Juli 2021
Juru bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, Arnold Tiniap, mengatakan hingga saat ini Satgas COVID-19 Kabupaten Pegunungan Arfak belum memberikan laporan perkembangan kasus dan penanganan pandemi COVID-19 di wilayah itu pasca temuan tiga kasus positif asal daerah itu pada Mei 2021 lalu.
“Kami belum bisa menjelaskan tentang alasan Pegunungan Arfak belum meng-update laporan harian kasus COVID-19,” singkat Arnold Tiniap, belum lama ini. (*)
Editor: Dewi Wulandari






