Jakarta, Jubi/Antara – Program yang dikembangkan Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia, USAID PRIORITAS telah membina sebanyak 15.300 sekolah atau madrasah di delapan provinsi di Indonesia yaitu Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawab Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
“USAID membantu menyediakan akses pendidikan berkelas dunia untuk siswa Indonesia di sekolah atau madrasah tingkat dasar dan menengah pertama,” kata Direktur USAID Indonesia, Derrick Brown, di Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Pihaknya melakukan pelatihan baik dalam pembelajaran manajemen berbasis sekolah, budaya baca, pengelolaan guru, serta program pelatihan prajabatan dan dalam jabatan kepada guru, kepala sekolah, komite sekolah, serta pengawas sekolah.
USAID dan Kemdikbud juga menyelenggarakan pameran praktik-praktik baik di sekolah. USAID PRIORITAS merupakan program bantuan lima tahunan (2012-2017) dari USAID senilai 88,2 juta dolar AS untuk meningkatkan akses pendidikan dasar berkualitas di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Didik Suhardi, mengatakan program dari USAID tersebut sejalan dengan program Kemdikbud.
“Baik itu program yang APBN maupun program yang sudah dirintis,” katanya.
Didik ingin pendidikan bisa gratis namun berkualitas, karena bila tidak berkualitas yang akan menjadi korbannya adalah anak-anak.
“Bagaimana pendidikan gratis itu berkualitas, kalau tidak berkualitas maka korbannya adalah anak-anak kita,” katanya.
Contoh dari program yang sudah baik berjalan adalah di Kabupaten Kuningan, di mana telah dilakukan pemerataan sekolah yang kelebihan. Didik pun berharap agar program ini nantinya bisa dilanjutkan.
“Praktik yang baik ini ingin kita lanjutkan,” kata Didik. (*)
