
Jayapura, Jubi – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Provinsi Papua dituntut untuk lebih profesional usai mengikuti diklat prajabatan golongan II dan III selama satu bulan, di Badan Diklat Kotaraja.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Rabu (27/4/2016) mengatakan ASN harus mampu mengaplikasikan apa yang sudah didapat selama menempuh prajabatan.
“Banyak perubahan dan kemajuan yang diraih dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di berbagai sektor kehidupan, untuk itu ASN yang baru selesai prajabatan harus mampu mengaplikasikan apa yang sudah didapat selama pendidikan,” katanya.
Menurut ia, pemberdayaan sumber daya aparatur sebagai motor penggerak penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan melalui pendidikan dan pelatihan, perlu diarahkan pada pembentukan karakter ASN yang kuat.
“Selain itu juga harus dilandasi dengan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam melaksanakan tugas jabatannya secara efisien dan efektif,” ujarnya.
Menanggapi itu, Loupatty berharap nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi telah tertanam dalam diri ASN yang telah menyelesaikan prajabatan. Selain itu dapat membentuk struktur kepribadian sebagai aparatur pemerintah Provinsi Papua yang profesional.
“Saya harap saudara-saudara menjadi teladan dan agen perubahan yang dapat menghapus stigma negatif birokrasi pemerintah. Di samping itu kalian harus menampilkan sikap sopan dan ramah serta menghargai pimpinan dan rekan kerja,” kata Louaptty.
Hal senada dilontarkan Ketua Panitia Diklat Prajabatan, Stanis Hike. Dirinya menuturkan, tujuan penyelenggaraan diklat adalah untuk membentuk ASN yang profesional sebagai pelayan publik.
“Peserta diklat prajabatan CPNS Golongan III berjumlah 140 orang dengan rincian 132 orang dari Provinsi Papua, 7 orang dari Kabupaten Pegunungan Bintang dan 1 orang dari Kabupaten Merauke, Peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan II berjumlah 91 orang dengan rincian 88 orang dari Provinsi Papua dan 3 orang dari Pegunungan Bintang,” kata Stanis. (*)