
Merauke, 28/8 (Jubi) – Berbagai hasil ukiran mulai dari kendara, perahu, serta beberapa jenis ukiran lain termasuk anyam-anyaman mulai dari tikar, topi dan lain-lain, ikut dipamerkan dalam Festival Ndambu, yang berlangsung di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua, dari 21 hingga 27 Agustus 2014 lalu.
Seperti yang disaksikan arsip.jubi.id, Senin (25/8), terlihat belasan masyarakat yang menempati stan dari Distrik Tabonji, sedang melakukan aktivitas anyam-menganyam, maupun mengukir. Mereka tampak serius. Sesekali mengangkat muka dan melihat tamu serta undangan yang datang di tempat tersebut.
Kepala Kampung Bamol Satu, Fransiskus Diwa menuturkan, selain potensi alam yang ditanam dan dikembangkan oleh masyarakat di kampung-kampung di Distrik Tabonji, mereka juga mempunyai keterampilan sendiri. Dimana, bisa mengukir dan menganyam.
“Ya, teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung bagaimana masyarakat menunjukkan kreasinya dengan menganyam dan memahat berbagai jenis ukiran. Saatnya sekarang, orang dari Tabonji menunjukkan bahwa mereka bisa berkreasi,” ujarnya.
Kepala Distrik Tabonji, Wilhelmus Harbelubun mengaku, dirinya mengetahui dan memahami akan kehidupan masyarakat di kampung-kampung, termasuk juga keterampilan yang dimiliki. Berbagai kegiatan mulai dari menanam hingga mengukir maupun menganyam, bisa dilakukan.
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menjelaskan, secara umum, masyarakat di Pulau Terapung Kimaam mempunyai bakat alam dan mampu menunjukkan jika mereka bisa berbuat sesuatu. Pemerintah, katanya, akan terus memberikan perhatian secara khusus terhadap berbagai hasil kreasi yang telah dibuat dan atau dihasilkan masyarakat setempat. (Jubi/Frans L Kobun)




