ROMANUS MBARAKA: DANA BANSOS DITEKAN, DANA KE KAMPUNG LEBIH BESAR

Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT. (JUBI/Frans L Kobun)

Merauke, 28/8 (Jubi) – Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengungkapkan, dalam empat tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Merauke, Sunarjo, dana untuk bantuan sosial (Bansos), ditekan habis-habisan. “Artinya, tak semua usulan dan atau permintaan masyarakat diterima,” katanya kepada arsip.jubi.id, saat ditemui di Kampung Wendu, Merauke, Papua, Kamis (28/8).

Menurut Romanus, ditekannya dana Bansos, maka dana akan lebih besar diturunkan ke kampung-kampung agar dapat dipergunakan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan pembangunan. Dana Bansos yang ditetapkan dalam Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah sekitar Rp58 milyar.

“Itupun sudah terbagi-bagi untuk beberapa item. Khusus dana sosial hanya sekitar Rp18 milyar. Ya, itu juga bisa dapat dilihat secara langsung dalam hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” katanya.

Menurut Romanus, jika dulunya dana untuk Bansos sangat besar, maka sekarang diminimalisir semaksimal mungkin. Intinya, Bansos ditekan. Sedangkan dana untuk ke kampung harus lebih diperbesar. Sehingga masyarakat dapat merencanakan berbagai kegiatan yang bisa memberikan manfaat untuk kelangsungan hidupnya.

“Khusus berkaitan dengan bantuan kesehatan bagi orang sakit, masih tetap terpusat di bagian sekretariat daerah (Setda). Sehingga bagi yang sakit terutama dari keluarga tidak mampu, akan tetap diberikan perhatian secara khusus,” jelas Romanus.

Kepala Distrik Ilwayab, Patris Maturbongs menambahkan, dalam empat tahun terakhir, masyarakat merasakan dampak sangat besar dari dana Gerbangku yang diturunkan ke kampung-kampung. Dimana, mereka melihat secara langsung uang yang diberikan pemerintah. (Jubi/Frans L Kobun)

Related posts

Leave a Reply