Papua No.1 News Portal | Jubi
Kabul, Jubi– Kelompok militan Taliban di Afghanistan menguasai perbatasan utama dengan Pakistan pada Rabu (14/7/2021), kemarin. Kawasan igtu salah satu tujuan terpenting yang telah mereka capai sejauh ini selama kemajuan pesat di seluruh negeri ketika pasukan AS ditarik keluar.
Video yang dirilis oleh kelompok militan Taliban menunjukkan bendera putih berkibar menggantikan bendera Afghanistan di atas Gerbang Persahabatan di perbatasan di kota Wesh, Afghanistan, di seberang kota Chaman, Pakistan.
“Setelah dua dekade kebrutalan orang Amerika Serikat dan boneka AS, gerbang ini dan distrik Spin Boldak direbut oleh Taliban,” kata seorang pejuang di depan kamera.
Baca juga : Taliban rebut salah satu kota di Afghanistan usai AS dan Nato tarik diri
Pemilu AS, Taliban bantah dukung Trump
Pertempuran hebat pasukan Afganistan-Taliban tewaskan 57 korban
Ia menyebut, perlawanan kuat dari pasukan taliban dan rakyat memaksa pemerintah lokal meninggalkan daerah itu.
Kawasan itu merupakan persimpangan di distrik Spin Boldak selatan kota utama Afghanistan, Kandahar. Daerah itu titik masuk tersibuk kedua di negara yang terkurung daratan antara wilayah barat daya yang luas dan pelabuhan laut Pakistan. Data pemerintah Afghanistan menunjukkan bahwa rute tersebut digunakan oleh 900 truk sehari.
Para pejabat Afghanistan mengatakan pasukan pemerintah telah memukul mundur Taliban dan menguasai distrik itu. Namun warga sipil dan pejabat Pakistan mengatakan Taliban tetap mengendalikan penyeberangan.
“Wesh, yang memiliki kepentingan besar dalam perdagangan Afghanistan dengan Pakistan dan negara-negara lain, telah dikuasai oleh Taliban,” kata seorang pejabat keamanan Pakistan yang ditempatkan di daerah perbatasan.
Para pejabat di Chaman mengatakan Taliban telah menangguhkan semua perjalanan melalui gerbang itu.
Dalam beberapa hari terakhir Taliban telah merebut penyeberangan perbatasan utama lainnya, di provinsi Herat, Farah dan Kunduz di utara dan barat. Kontrol pos perbatasan memungkinkan Taliban untuk mengumpulkan pendapatan, kata Shafiqullah Attai, ketua Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan di ibu kota Kabul.
Militan Islam, yang memerintah Afghanistan dari 1996 hingga penggulingan mereka pada 2001 oleh pemboman AS setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, berjuang untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Barat di Kabul.
Sebelumnya Presiden AS Joe Biden telah mengumumkan bahwa dia menarik semua pasukan AS pada Agustus, dan pasukan Amerika meninggalkan pangkalan utama mereka di negara itu dua minggu lalu. (*)
Editor : Edi Faisol





