Seni pantomim dan jurnalis cilik SD Negeri I Perumnas II Waena

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi– Kepala SD Negeri I Perumnas II Waena Diana Lumban Gaol merasa bangga dengan adanya kegiatan ekstra kurikuler Jurnalis Cilik dan juga seni Pantomim di SDN INPRES Perumnas.

"Semua ini merupakan kegiatan di luar jam belajar dan kami sangat senang dengan dukungan dari Jubi maupun Pak Firman dari Kinerja USAID yang membantu kegiatan jurnalis cilik di sekolah kami," katanya kepada Jubi di ruang kerjanya, Jumat (17/12/2016)

Lebih lanjut kata Kepala Sekolah Lumban Gaol secara akademik, anak anak di sini menjadi  Jurnalis Cilik ini sekaligus belajar menulis.
"Kami juga berencana untuk memberikan mereka memakai rompi jurnalis cilik sehingga mampu melakukan tugas jurnalistik," katanya.

Dominggus A Mampioper Pemimpin Redaksi Kora Jubi dan Koordinator Media dari Kinerja USAID Firmansyah dalam pelatihan, Jumat(16/12/2016) memberikan materi bagaimana melakukan wawancara dan menulis tentang hasil wawancara.

Sebanyak 15 anak murid mewancarai Pemimpin Redaksi Jubi dengan berbagai macam pertanyaan mulai dari kapan lahir sampai dengan mengapa memilih pekerjaan sebagai jurnalis. Hampir semua menulis dengan baik dan memberikan judul suka duka menjadi wartawan atau cita-cita menjadi wartawan karena suka membaca.

Firmansyah juga menilai bagaimana cara menulis mereka dengan memakai prinsip, Adik Simba atau Apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana.

"Mereka juga sudah belajar bagaimana melakukan pengamatan di lapangan," katanya.

Menanggapi pelatihan ini Kepala Sekolah  Lumban Gaol mengaku senang karena mereka banyak memberikan masukan untuk sekolah.

"Mereka banyak memberikan pertanyaan yang bagus dan menarik," katanya.

Brain Maryen, Valensia dan Rizky Nur, murid kelas IV dan V SD Negeri Inpres Perumnas II Waena, atau dikenal dengan sebutan SDN INPRES 6.88 Perumnas ini merasa bangga karena dilibatkan sebagai Jurnalis Cilik di sekolahnya SD Negeri Inpres Perumnas II Waena.

“Saya senang bisa belajar menulis, saya dan teman teman di kelas IV dan V sudah diajarkan melakukan liputan mulai dari sekolah, pertama buat observasi, memotret lalu buat laporan observasi dalam tulisan, apa yang kita observasi di sekolah,” ujar Brain dan Rizky Nur.

Selain itu kegiatan di sekolah ini juga menampilkan seni pentas Pantomim bagi anak-anak sekolah khususnya mereka yang belajar di Kelas VI.

Monalisa Jarollo murid kelas VI SD kepada Jubi saat pentas di salah satu hotel di Jayapura menampilkan sebuah cerita sedang mencuri mangga. Tiba-tiba mereka dikejar anjing sehingga berlarian, namun ada rekan mereka yang digigit anjing.

Reyner Awaraki usai pentas Pantomim menuturkan mereka hanya berlatih selama dua hari dan langsung bermain.

"Kami sangat senang dan gembira atas pementasan ini,"katanya.(*)

Related posts

Leave a Reply