Sekolah antusias dengan pengenalan sagu ke siswa

Marshall Suebu dan kepala sekolah SMPN 5 saat membuka acara sagu masuk sekolah. jubi/yance wenda
Marshall Suebu dan kepala sekolah SMPN 5 saat membuka acara sagu masuk sekolah. jubi/yance wenda

Sudah saatnya sagu itu dibudidayakan, karena merupakan makan nan pokok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Read More

Sentani, Jubi – Program sagu masuk sekolah mendapat antusias dari pengelola sekolah (SMS). Salah satunya di SMPN 5 Sentani, Kabupaten Jayapura, yang mengapresiasi program yang digelar club pecinta alam (CPA). Sudah saatnya sagu itu dibudidayakan, karena merupakan makan nan pokok.

“Mungkin selama ini kita hanya makan papeda saja dan sagunyapun kita belih,dan bukan ambil dari hasil tokok,” Kepala sekolah SMPN 5 Sentani, Kabupaten Jayapura, Haryati Sokoy, Rabu, (4/12/2019).

Sebagai kepala sekolah SMPN 5 Sentani, ia mengapresiasi program memperkenalkan sagu ke sekolahnya.

“Ini program yang sangat luar biasa dan kami sangat apresiasi, tidak menutup kemungkinan program ini akan masuk dalam muatan lokal di sekolah,” kata Sokoy menambahkan.

Menurut dia, SMP negeri 5 ini sekolah yang berbudaya lingkungan sehingga program itu sangat baik diterapkan. Termasuk melatih anak-anak  bagaimana proses penanaman sagu, tokok sagu hingga merampas sagu itu jadi nanti perlu turun langsung untuk lihat prosesnya.

“agar anak tak hanya tahu ke sekolah saja,” katanya.

Ia berharap program SMSini tidak hanya sekali momentum di seolah, namun dapat terus dilakukan di waktu-waktu mendatang.

Pegiat club pecinta alam, Hiroshi  Marshall Suebu, mengatakan keberadaan sagu terbaik di dunia berada di Sentani. “Sagu ini merupakan sagu terbaik yang ada di dunia, dan di dunia ini sagu terbesar

Pohon sagu juga terbaik dan berkualitas termasuk hutanya juga di Papua,” kata Marshall menjelaskan.

Menurut dia, mengkonsumsi makanan dari bahan dasar sagu lebih baik dibanding mengkonsumsi beras. Hal itu dibuktikan secara ilmiah oleh para ahli.

“Beberapa doktor dan profesor sagu menyebut jika  makan sagu dengan berbagai jenis olahan akan lebih sehat dibanding makan nasi,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply