
“Pemangkasan itu termasuk penerbangan ke Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, Xiamen dan Chongqing, dan beberapa di antaranya diterbangkan oleh SilkAir,”
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Sejumlah Maskapai penerbangan di berbagai negara menangguhkan rute perjalanan mereka ke China setelah infeksi virus corona mewabah ke seluruh dunia. Di antaranya Singapore Airlines Ltd yang akan mengurangi kapasitas pada beberapa rutenya ke daratan China pada bulan Februari, menyusul peningkatan skala epidemi virus corona.
“Pemangkasan itu termasuk penerbangan ke Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, Xiamen dan Chongqing, dan beberapa di antaranya diterbangkan oleh SilkAir,” tulis maskapai penerbangan itu di halaman Facebook-nya.
Baca juga : WHO umumkan corona sebagai darurat internasional
China akan hukum pejabat yang malas perangi virus corona
Tiga warga Jepang terinfeksi virus corona saat kembali dari Wuhan
Sedangkan maskapai penerbangan berbiaya rendah milik Singapore Airlines, Scoot, menyatakan mereka akan menangguhkan penerbangan ke 11 kota di China dari awal Februari hingga akhir Maret dan akan mengurangi frekuensi ke delapan tujuan Cina lainnya.
Pada saat yang sama, Turkish Airlines juga menangguhkan penerbangannya ke daratan China setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus Corona di China itu sebagai keadaan darurat global.
CEO perusahaan itu, Bilal Eksi, mengatakan di akun Twitter-nya bahwa penerbangan yang dijadwalkan untuk empat tujuan di Cina – Beijing, Guangzhou, Shanghai dan Xian telah dibatalkan hingga 9 Februari, dengan mempertimbangkan keputusan terbaru WHO tersebut.
Di Amerika Serikat, organisasi persatuan pilot AS pada Kamis mengajukan gugatan ke pengadilan Texas guna mendapatkan perintah untuk penghentikan layanan penerbangan American Airlines AS-China di tengah wabah virus corona ini.
Allied Pilots Association menyebutkan “…ancaman kesehatan yang serius dan dalam banyak hal masih belum diketahui oleh coronavirus.”
Para pilot ini mengutip pula peringatan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang mencegah semua “perjalanan tidak penting” ke China. (*)
Editor : Edi Faisol




