Sejumlah kendala ditengarai jadi penghambat pelaksanaan vaksinasi di Papua

Vaksin Papua
Ilustrasi Vaksin - BPOM

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah kendala diduga menjadi penyebab tidak maksimalnya pelaksanaan vaksinasi korona tahap pertama di Papua.

Ketua Satuan Tugas penanganan Covid-19 Papua, William Manderi mengatakan ada sejumlah kendala yang diduga menghambat pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di provinsi tertimur Indonesia itu.

Read More

“Saya kira banyak hal [yang menjadi kendala]. Pertama berkaitan dengan sumber daya [manusia]. Lalu berkaitan dengan ketersediaan fasilitas. Ini juga kan berpengaruh,” kata William Manderi melalui panggilan teleponnya, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, beberapa kendala itu menyebabkan sejumlah daerah di Papua belum maksimal melaksanakan vaksinasi.

“Mereka (daerah) yang mau melakukan itu, kesiapan kesiapan mereka itu artinya butuh sumber daya kan. Sehingga itu berpengaruh terhadap pelaksanaan vaksin di Papua sendiri,” ujarnya.

Meski begitu, Satgas penanganan Covid-19 Papua berharap, semua daerah di sana dapat segera menyelesaikan vaksinasi tahap pertama sesuai target.

“Harapan kami untuk semua daerah, yang sudah [melaksanakan] terima kasih. Akan tetapi yang belum segera menyelesaikan, karena ini berkaitan dengan data,” ucapnya.

Data Dinas Kesehatan Papua hingga 1 Maret 2021, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan atau nakes sudah dilakukan di 28 kabupaten dan satu kota. Lanny Jaya menjadi kabupaten terakhir yang melaksanakan vaksinasi.

Target nakes yang akan divaksinasi di Papua sebanyak 18.352 orang. Pada vaksinasi tahap pertama sebanyak 13.670 orang di antaranya telah divaksin dan 5.607 nakes pada tahap kedua.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum mengatakan, sejumlah penyebab yang diduga mengakibatkan masih rendahnya pemberian vaksin terhadap nakes, di antaranya rendahnya anggaran untuk vaksinasi dan minimnya komitmen kepala daerah.

“Kami berharap segera ada realokasi anggaran khusus untuk kegiatan vaksinasi,” kata Aaron Rumainum beberapa hari lalu.

Menurutnya, kepala daerah dan jajaran di semua kabupaten/kota di Papua, mesti aktif dalam menyukseskan vaksinasi yang merupakan program nasional ini. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts

Leave a Reply