Sebanyak 25 kepala sekolah SMP di Jayapura sharing program MBS ke Probolinggo

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Sebanyak 25 kepala sekolah SMP di Kabupaten Jayapura mengikuti kegiatan Sharing Program Manjemen Berbasis Sekolah (MBS) di Probolinggo Jawa Timur. Kegiatan tersebut sekaligus merupakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP di Kabupaten Jayapura bersama dengan para kepala sekolah SMP di Probolinggo, yang dilaksanakan pada 24-27 September 2018.

Ketua rombongan para kepala sekolah dari Kabupaten Jayapura, Yulius Thome, melalui jaringan selulernya, yang dihubungi dari Sentani, Rabu (26/9/2018), mengatakan pihaknya sudah lama menginginkan adanya kegiatan sharing program seperti ini. Karena daerah yang dituju sudah memiliki bukti MBS yang sangat baik dan profesional.

“Selama tiga tahun kami menggumuli untuk mengikuti kegiatan sharing program ini, pada akhirnya juga kami bisa sampai di Probolinggo,” ujar Yulius, mengawali pembicaraan kita.

Menurutnya, sharing program secara khusus MBS sangat penting untuk diterapkan di setiap sekolah di Kabupaten Jayapura.

Dikatakan, MBS bukannya tidak diterapkan tetapi sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari semua pihak untuk melaksanakan manajeman yang tepat sasaran dengan sumber daya manusia yang kuat.

“Ada tiga sekolah yang telah kami kunjungi dan semuanya menyampaikan apa yang mereka laksanakan melalui program MBS di sekolah masing-masing. Intinya, MBS dapat berjalan apabila ada dukungan dari semua pihak, tidak hanya warga sekolah saja, tetapi juga pemerintah daerah. Hal ini yang tidak terjadi di Kabupaten Jayapura,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, yang ditanya terkait hal ini mengatakan dari rangkaian kegiatan dan kunjungan serta workshop yang diikuti oleh 25 kepala sekolah ini, diharapkan dapat mengubah pola pikir mereka untuk mengembangkan MBS yang tepat di sekolah masing-masing.

“Tugas kepala sekolah juga untuk mengembangkan dan membangun visi sekolah yang berkarakter serta mengembangkan potensi anak didik. Termasuk menyiapkan sumber daya guru yang berkompoten di bidang ilmu masing-masing,” jelasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply