Samoa melaporkan kasus Covid-19 pertama

Hotel di Apia dimana pasien positif Covid-19 pertama yang dikonfirmasikan, pria berusia 70 tahun, telah dipindahkan untuk diisolasi. - The Guardian/ Nadya Va’a

Papua No.1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Samoa telah mengonfirmasikan kasus pertama virus Corona – kasus yang diimpor dari Australia – setelah hampir 11 bulan berhasil menjauhkan Covid-19 dari perbatasannya.

Read More

Kasus positif itu dilaporkan terjadi pada seorang warga negara Samoa berusia 70 tahun yang datang ke Apia dari Melbourne, mendarat di ibu kota negara itu dengan penerbangan repatriasi yang diatur pemerintah Samoa pada 13 November lalu.

“Kami menginformasikan bahwa kami menemukan ada satu kasus positif setelah memeriksa semua 274 penumpang yang dikarantina kemarin, mengingat periode karantina mereka akan berakhir besok,” CEO Kementerian Kesehatan Samoa, Leausa Dr. Take Naseri mengungkapkan selang konferensi pers, pada Jumat (27/11/2020).

Awal pekan lalu ada berita membingungkan tentang apakah Samoa telah mendiagnosis kasus Covid-19 pertamanya. Pasien itu merupakan seorang pelaut yang datang dengan penerbangan yang sama ke Samoa, pada awalnya ia dinyatakan positif terkena Covid-19, tetapi dalam tes berikutnya hasilnya negatif.

“Hasil tes dari lubang hidung kiri pelaut itu dinyatakan positif, sementara di lubang hidung sebelah kanan dinyatakan negatif,” jelas Perdana Menteri Samoa, Tuila’epa Sailele Malielegaoi melalui siaran televisi.

Naseri menambahkan bahwa pasien positif berusia 70 tahun itu dan istrinya telah dipindahkan ke bangsal isolasi khusus Covid-19 di Rumah Sakit Tupua Tamasese Meaole II.

“Hasil tes istrinya negatif. Ia memiliki gangguan kesehatan sebelumnya, tetapi saat ini dia tidak menunjukkan gejala, tidak ada demam, batuk, dan tidak menunjukkan gejala seperti pneumonia dan flu.”

Naseri mengatakan tenaga kesehatan, karyawan hotel, dan pekerja di bandara telah diinstruksikan untuk waspada mengingat ada kemungkinan mereka telah melakukan kontak dengan penumpang yang saat ini dikarantina.

Kedaruratan Samoa juga telah naik tingkat ke waspada 1 dalam matriks risiko nasionalnya, dimana publik telah diminta agar menjaga jarak dan memakai masker.

Setelah berbulan-bulan bebas virus Corona, konfirmasi kasus positif ini menimbulkan rasa gelisah, bahkan panik, di ibu kota Samoa. Petugas keamanan di luar gedung-gedung pemerintah meminta orang-orang untuk menggunakan masker dan cairan sanitasi tangan – perubahan perilaku yang umum di seluruh dunia selama bulan-bulan terakhir ini, tetapi baru bagi orang-orang Samoa.

Seperti banyak negara Pasifik, Samoa langsung menutup perbatasannya saat pandemi mulai menyebar, memanfaatkan lokasinya yang terpencil untuk mencegah virus itu.

Siligatusa Pa’ipa’i Fatialofa, walikota Desa Tanugamanono di pinggiran kota Apia dan seorang petugas keamanan di bandara, mengatakan dia terkejut dengan berita tentang kasus positif di Samoa. “Saya sangat prihatin dan khawatir akan desa saya. Saya hanya ingin pulang ke istri dan anak-anak saya. Saya akan mendesak warga di desa saya untuk mematuhi arahan dan aturan kesehatan masyarakat yang ditetapkan oleh pemerintah kami agar kami bisa tetap aman.” (The Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply