
Jayapura, Jubi – Rencana pembangunan rumah sakit (RS) rujukan dan sekolah berpola asrama di lima wilayah adat di Papua telah diakomodir dalam Musyarawah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas).
“Jadi tidak hanya pembangunan rumah sakit, tetapi pembangunan sekolah berpola asrama juga sudah diakomodir dalam Musrembangnas,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua Muhammad Musa’ad, di Jayapura belum lama ini.
Ia menjelaskan, 2017 pemerintah Provinsi Papua berencana akan membangun rumah sakit rujukan pada lima wilayah adat yaitu Anim Ha, La Pago, Mee Pago, Saireri dan Mamta.
“Anggaran pembangunannya akan diusulkan pada anggaran perubahan tahun ini,” ujarnya.
Menanggapi itu, Musa’ad berharap dengan dibangunnya RS rujukan di lima wilayah ada mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berdomisili di kampung kampung. “Gubernur mau rumah sakit rujukan sudah dilakukan tahun ini,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen menjelaskan, pembangunan rumah sakit rujukan di lima wilayah adat bertujuan agar pemerintah dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.
“Pemerintah harapkan rumah sakit rujukan dapat meningkatkan derajat kesehatan di Papua,” kata Hery.
Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku akan membangun empat rumah sakit rujukan nasional di Papua “Rumah sakit akan dibangun di Merauke, Biak, Nabire, dan Wamena,” katanya.
Dia menambahkan sebagai dana awal, Pemerintah Provinsi Papua telah menyediakan dana sebesar Rp250 miliar untuk pembangunan empat rumah sakit rujukan nasional tersebut. (*)