Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Bupati Mathius Awoitauw membukukan pengalamannnya selama 27 tahun berkarya di bidang pemberdayaan masyarakat dan memimpin Kabupaten Jayapura. Buku setebal 180 halaman itu merefleksikan progres pembangunan dan dampaknya terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pada masyarakat adat.
“Saya merefleksikan secara mendalam (dampak) praktik pembangunan selama puluhan tahun, terutama pembangunan manusia Papua. Ada (nilai-nilai) yang hilang dari perjalanan orang Papua selama bertahun-tahun. Mereka tercerabut dari akar budaya,” kata Awoitauw saat jumpa pers pada peluncuran dan bedah bukunya, Selasa (5/1/2021).
Buku berjudul Kembali ke Kampung Adat, menegaskan sikap sekaligus keperihatinan Awoitauw terhadap kehidupan Orang Asli Papua (OAP) pada era kekinian. Dia mengupasnya secara mendalam berdasarkan pengalaman sebagai birokrat dan anak adat.
“Saya juga anak kepala suku. Sedikit, banyak mengerti akar budaya yang menjadi sumber nilai dalam tatanan hidup OAP. Jika (nilai-nilai) itu tetap dipraktikan secara konsisten justru mampu menjawab seluruh tantangan kehidupan pada zaman ini,” lanjut Awoitauw.
Kondisi yang terjadi pada saat ini justru bertolak belakang. Pembangunan membuat OAP menjadi terasing bahkan dari budaya mereka sendiri. Menurut Awoitauw, pembangunan selama ini sejatinya ialah praktik penaklukan atas sumber daya alam dan kehidupan OAP.
“Budaya hidup manusia Papua ialah menyatu dan menjaga serta merawat alam. Gagasan kembali ke kampung adat menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat, dan tawaran yang relevan dengan kondisi Papua saat ini. Sewaktu kami merintis program pembangunan kampung adat, sambutan masyarakat sangat luar biasa (antusias),” jelas Awoitauw.
Dia menegaskan konsep kampung adat merupakan gerakan pembangunan berdasarkan nilai-nilai budaya lokal. Konsep tersebut sekaligus menjadi antitesis terhadap praktik pembangunan nasional saat ini.
“Pembangunan fisik maupun sosial seharusnya disesuaikan dengan nilai budaya, norma, dan hukum adat OAP. Rencana pembangunannya didukung oleh potensi alam serta kondisi sosial budaya masyarakat asli Papua,” kata Awoitauw.
Fredy Sokoy menilai buku Kembali ke Kampung Adat menjadi referensi penting dalam mempelajari perihal manusia, budaya, dan kampung adat di Papua. Awoitauw mampu menjabarkan problematika dan solusinya secara ilmiah.
“Buku ini bisa menjadi referensi akademis. Sesuatu (perihal) yang dibicarakannya menyangkut (aspek) manusia, budaya, dan komunitas serta kampung adat (di Papua)” kata salah seorang narasumber pada bedah buku tersebut. (*)
Editor: Aries Munandar





