Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Nabire, Jubi – Sebanyak 40 bangunan kios di pasar Kalibobo Nabire tidak difungsikan sebab tidak memiliki akses jalan. Kios tersebut bagian dari 75 kios yang merupakan pengganti bangunan lama yang pernah terbakar, diresmikan Bupati Nabire pada tahun 2016, dan pembiayaannya bersumber dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp 9 miliar lebih.
Laode, seorang pedagang di Pasar Kalibobo mengatakan sebagian bangunan kios tidak digunakan pedagang pasca diresmikannya tahun lalu karena bangunan tersebut berada di bagian belakang bangunan lainnya, berhadapan dengan kali Nabire, dan tidak ada akses jalan.
“Ya, ada banyak bangunan yang tidak dipakai sebab tidak ada jalan. Belum lagi ada sampah yang berserahkan di situ,” ujar Laode, di Nabire, Selasa (8/1/2018).
Menurutnya, kios yang tidak difungsikan tersebut jumlahnya sekitar separuh dari seluruh kios yang ada di bagian belakang. Sebagian kios menghadap ke pasar dan sisanya menghadap ke kali Nabire.
“Itu semua sudah ada pemiliknya tapi karena tidak ada jalan, orang malas jualan sebab tidak ada pembeli,” ungkapnya.
Menurutnya, soal bangunan tidak ada masalah, tetapi akses menuju ke sana yang dipersoalkan. Jika ada jalan, tentunya ada pembeli.
“Saya juga di belakang, tapi karena begitu maka saya pindah ke depan, kebetulan punya keluarga dan dipinjamkan,” terangnya.
Senada dengan Laode, pedagang lainnya, Syamsuddin, mengaku dirinya pun telah mendaftar dan memiliki satu kios. Tetapi karena tidak ada akses jalan ke kiosnya membuatnya tidak berjualan di kios miliknya.
“Saya juga ada satu, tapi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada jalan, sampah juga ada di sana, terpaksa cari jalan dan jual di depan sini untuk sementara,” katanya. (*)





