Papua No.1 News Portal | Jubi
Buka, Jubi – Konflik yang sedang terjadi saat ini di Kepulauan Solomon tidak boleh dilihat sebagai peluang oleh orang-orang Bougainville untuk terlibat sementara ketakstabilan menyerang negara itu, tegas Presiden Bouganville, Ishmael Toroama.
Dia menekankan bahwa sejak dulu Bougainville memiliki ikatan adat dan kekeluargaan dengan Kepulauan Solomon. Namun, Kepulauan Solomon, masih tetap dianggap sebagai negara berdaulat yang merdeka.
“Banyak orang-orang Bougainville memang memiliki kepentingan dalam situasi di Kepulauan Solomon, karena hubungan kita dengan mereka. Tetapi saya ingin mengingatkan kita semua untuk menahan diri dan menghormati kedaulatan bangsa dan pemerintah Kepulauan Solomon saat ini yang dipilih secara demokratis.”
“Selama sepuluh tahun Perang Saudara Bougainville, orang-orang Kepulauan Solomon menawarkan perlindungan dan dukungan bagi kita di Bougainville. Dengan cara yang sama, saya menawarkan dukungan kami kepada rakyat dan Pemerintah Kepulauan Solomon.”
“Dukungan ini kami lakukan dengan cara mendukung tanggapan Pemerintah Papua Nugini terhadap Pemerintah Kepulauan Solomon. Sebagai tetangga terdekat kami yang berbagi perbatasan langsung dengan kami, saya memuji upaya Perdana Menteri James Marape dalam menawarkan bantuan keamanan ke Kepulauan Solomon,” tekan Presiden Toroama.
Dalam semangat persaudaraan Melanesia yang tulus, sang Perdana Menteri memberikan tanggapan kepada rekannya, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare, dengan sigap untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat.
“Saya mengimbau faksi-faksi di Kepulauan Solomon yang telah menggunakan kekerasan, penjarahan, dan pembakaran untuk menghentikan apa yang mereka lakukan sekarang dan bekerja bersama dengan pemerintah untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang damai.”
“Wilayah Solomon telah dilanda konflik selama tiga puluh tahun terakhir. Kita tidak dapat melanjutkan perjalanan ini tanpa menyadari konsekuensi dari tindakan kita.”
“Sudah waktunya untuk mengadopsi pendekatan yang damai untuk menyelesaikan keluhan kita dengan bersikap transparan, akuntabel, dan menghormati demokrasi.”
“Orang-orang Melanesia selalu bangga akan kekuatan kami dalam perang dan cinta kami akan perdamaian. Jangan sampai kita mencampuradukkan dua hal ini dalam mencapai agenda kita sendiri,” tambah Presiden Toroama. (Pemerintah Bougainville/ PACNEWS)
Editor: Kristianto Galuwo
