Dua tahun tutup, penerbangan pariwisata internasional pertama mendarat di Fiji

Hampir 200 penumpang tiba dengan penerbangan Fiji Airways dari Australia. Boeing/Fiji Airways

Papua No.1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Setelah hampir dua tahun menutup perbatasannya dari pelancong internasional, penerbangan pariwisata komersial pertama telah mendarat dengan selamat di Fiji.

Ada hampir 200 penumpang yang tiba dengan penerbangan Fiji Airways dari Australia.

Penerbangan ini membawa kelegaan bagi banyak orang di industri pariwisata Fiji setelah negara itu mengalami gelombang kedua Covid-19 yang mematikan tahun ini.

Reporter dari badan penyiaran publik Fiji, Fiji Broadcasting Corporation, Filipe Naikaso menyebut pesawat yang tiba dari Sydney itu sebagai “penerbangan yang paling dinanti-nantikan”.

“Ada rasa bersemangat karena hari ini adalah hari dimana industri pariwisata kembali dimulai,” katanya.

Naikaso mengatakan masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena pandemi virus Corona telah menganggap pembukaan kembali sektor pariwisata Fiji hari ini (1/12/2021) sebagai tanda ketangguhan mereka.

“Mereka telah dipanggil kembali untuk bekerja, bagi mereka dengan adanya penerbangan pertama ini sangat melegakan,” jelasnya.

Pembukaan kembali perbatasan Fiji Rabu ini terjadi meski ada kekhawatiran di seluruh dunia atas varian baru yang disebut Omicron.

Akibat dari pengumuman varian itu, pemerintah Fiji pun memperbarui persyaratan masuknya. Sekarang warga negara Fiji yang kembali dari negara-negara yang dimasukkan dalam daftar merah, yang mencakup beberapa negara di sebelah selatan benua Afrika, harus mematuhi peraturan yang lebih ketat.

Namun dengan rencana baru pengunjung dari negara lainnya, termasuk Australia, tidak diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri sama sekali.

Pengunjung dari negara-negara yang sudah disetujui harus menginap tiga malam di hotel yang disetujui dan menjalani tes cepat Covid-19, namun mereka bebas bergerak di sekitar zona aman Covid-19 yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Zona aman ini mencakup bar dan restoran di dalam hotel-hotel tadi serta beberapa tur harian. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Leave a Reply