
Terdiri puluhan jerigen dan botol amonium nitrat yang hendak digunakan pembuatan bom ikan di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Makassar, Jubi – Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Sulawesi Selatan menyita puluhan jerigen dan botol amonium nitrat yang hendak digunakan bahan utama pembuatan bom ikan di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone.
“Semua bahan peledak ini ditemukan di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone. Semuanya sudah diracik dan siap untuk diledakkan,” ujar Direktur Ditpolair Polda Sulsel, Kombes Purwoko, Kamis, (4/4/2019).
Berita terkait : Tujuh nelayan tertangkap menggunakan bom ikan
Semua bahan peledak ini disita dari tangan pelaku bernama Rida, 21 tahun, seorang warga Kampung Bajo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Temuan bahan bom ikan itu berdasarkan laporan warga mengenai maraknya pengeboman ikan di wilayah Perairan Bajoe, yang dilanjutkan penyelidikan serta patroli pada malam hingga pagi hari.
“Begitu ada laporan mengenai aktivitas pengeboman ikan, langsung kami tindaklanjuti dan menerjunkan anggota unit Intel Polairud. Begitu sudah ada petunjuk, kapal patroli mulai mengerucutkan penyisirannya,” kata Purwoko menjelaskan.
Baca juga : Pengebom ikan masuk kategori teroris
Menurut dia, beberapa kapal nelayan diperiksa, termasuk kapal yang dikemudikan oleh Rida dan ditemukan puluhan botol dan jerigen paket bom ikan. Dari tangan pelaku ditemukan sejumlah barang bukti berupa 34 botol bom berisi amonium nitrat, 18 jerigen berukuran 1 liter, 7 buah jerigen berukuran 2 liter, 3 jerigen berukuran 5 liter yang semuanya berisi amonium nitrat.
Selain itu, juga disita satu unit perahu nelayan, satu unit kompresor, satu rol selang, tiga kacamata selam, dua pasang sepatu bebek, tiga buah regulator, satu buah GPS serta dua bungkus plastik berisikan bahan peledak Trinitrotoluena (TNT). (*)
Editor : Edi Faisol





