
Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe kembali mengingatkan pihak penerbangan swasta yang beroperasi di wilayah Papua untuk tidak mengabaikan fungsi sosial masyarakat. Hal ini dikarenakan sebagian besar lapangan terbang milik masyarakat.
“Ini harus jadi perhatian bersama, karena kita harus saling mendukung untuk membantu masyarakat di daerah-daerah yang sulit di jangaku,” kata Lukas Enembe saat meluncurkan program subsidi penerbangan perintis Papua, di Jayapura, Rabu (8/6/2016).
Selain itu, Enembe juga meminta pihak penerbangan jangan hanya mengejar kepentingan bisnis semata. Tetapi bagaimana berfikir untuk membantu masyarakat Papua di daerah pedalaman.
“Banyak penerbangan masuk ke Papua, tapi tidak melihat aspek-aspek lain bagi kepentingan masyarakat Papua,” ujarnya.
Menurut Enembe, saat ini banyak anak-anak Papua yang dipakai oleh maskapai penerbangan, tetapi itu hanya untuk kepentingan bisnis semata. “Anak anak Papua dipakai hanya untuk jadi tameng jika terjadi masalah,” ujarnya lagi.
Menanggapi itu, Gubernur Enembe meminta pihak maskapai penerbangan harus memberdayakan orang asli Papua (OAP) dengan memberi kesempatan untuk menjadi pilot.
“Saya minta operator penerbangan menyiapkan putra asli Papua untuk jadi pilot atau kapten, kalau ada kendala dengan biaya kasih tahu, kami akan biayai,” kata Enembe.
Dia menambahkan keluhan luar biasa datang dari pilot Papua yang bekerja di sejumlah maskapai penerbangan perintis yang melayani penerbangan ke wilayah pedalaman. “Mereka sudah terbang sampai 300 jam tapi tidak bisa jadi pilot,” tutupnya. (*)