Pemprov Papua minta BUMD dan BUMN berdayakan OAP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta pemerintah kabupaten/kota, BUMN dan BUMD di di Bumi Cenderawasih untuk memberdayakan orang asli Papua (OAP), khususnya di bidang kelistrikan.

"Kesempatan untuk memberdayakan tersebut tak lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup putra Papua," kata
Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Potensi dan Pembangunan Daerah Annie Rumbiak, di Jayapura, Senin (24/10/2016).

Agar mampu bersaing, ujar Annie, Pemprov Papua terus mendorong putra-putri Papua untuk mengikuti uji kompetensi bidang kelistrikan yang dilakukan oleh Asosiasi Profesionalis Elektrikal-Mekanikal Indonesia (APEI). Hal ini bertujuan untuk memperoleh sumber daya manusia yang handal dan berkompeten di bidangnya.

"Dengan sumber daya manusia kompeten tersebut diharapkan mampu berkompetensi dan dapat bersaing dengan tenaga luar yang dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," ucapnya.

Menurutnya, APEI merupakan organisasi yang sudah memiliki akreditasi dari pemerintah pusat, sebagaimana yang telah diatur oleh Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

"Ini diharapkan dapat mendorong laju pertumbuhan kelistrikan di Papua dan juga memberikan kesempatan kepada tenaga sumber daya manusia untuk bekerja secara profesional dan melibatkan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua, Adolof Asmuruf meminta PT. PLN (Persero) Papua dan Papua Barat tidak hanya berpikir Papua terang benderang, tetapi bagaimana menyediakan ketenagalistrikan untuk kawasan industri di Papua kedepan.

"Provinsi Papua masih membutuhkan pasokan listrik ke daerah-daerah terpencil, belum lagi kalau kita bicara kebutuhan listrik untuk industri. Jadi Presiden Jokowi bilang Papua terang benderang itu sudah bagus, tapi PLN juga harus pikirkan pasokon listrik untuk kawasan industri nantinya," kata Adolof.

Karena itu, Adolof menambahkan, jika kawasan industrinya terus berkembang pesat, maka tejadi pendapatan provinsi dan kabupaten. Sehingga kita mendorong pihak PLN untuk menyediakan listrik juga untuk industri di Provinsi Papua.

"Kita sudah bangun komunikasi dengan para pengusaha dari Jawa Timur, hanya ada kendala,  sehingga program yang dirancang Kadin Papua belum bisa diwujudkan dalam tahun," ucapnya. (*)

Related posts

Leave a Reply