
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika diminta sesegera mungkin menyelesaikan konflik antar kelompok di wilayahnya yang terjadi sejak 24 Mei 2016.
Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen, di Jayapura, Kamis (26/5/2016) mengatakan untuk mengatasi konflik antar kelompok warga, sangat diperlukan peran aktif dan langkah konkrit Pemkab Mimika.
“Pemerintah setempat yakni Bupati bersama jajarannya dan semua Forkopimda setempat harus melakukan langkah-langkah konkrit untuk penanganan,” katanya.
Menurut Hery, hampir setiap saat terjadi gesekan horizontal maupun vertikal antara sesama kelompok masyarakat di Mimika. Untuk itu, dalam waktu dekat Gubernur akan menurunkan tim guna melihat situasi tersebut.
“Kami dari provinsi akan segera menurunkan tim untuk melihat situasi kondisi yang terjadi disana,” ucapnya.
Seperti dilansir Jpnn.com bentrok antar warga pecah di Jalan Budi Utomo, Kota Timika, Selasa (24/5), sekitar pukul 13.25 WIT. Kejadian tersebut diduga karena buntut dari kasus pemukulan yang terjadi pada dua anak laki-laki asal Toraja, Senin (23/5) di Jalan Busiri Ujungsekitar pukul 14.00 WIT kemarin.
Dalam bentrok kemarin, dua unit rumah warga dibakar ditambah satu unit sepeda motor, bahkan dua orang warga dikabarkan mengalami luka. Massa dari salah satu kelompok pemuda lebih dulu merengsek ke Jalan Budi Utomo dan berkumpul di depan Bank BRI. Massa sempat terlibat adu mulut dengan petugas kepolisian yang sedang berjaga di situ. Aksi ini sempat membuat lalulintas macet total.
Beberapa saat setelah itu pihak kepolisian dapat menghalau massa pergi. Namun tak lama berselang, massa nyaris bentrok lagi di Jalan Budi Utomo. Kali ini dengan kelompok pemuda dari Jalan Patimura ujung karena tidak tahu persoalan apa-apa, kelompok pemuda ini pun mulai bersiaga di depan jalan dekat perempatan Jalan Patimura dan Budi Utomo.
Kelompok massa dari kelompok lain sempat memalang Jalan Budi Utomo dengan batu. Situasi sempat tegang dan dan tidak ada satupun kendaraan yang berani melintas di di situ, lantaran massa mempersenjatai diri dengan panah wayer dan parang.
Anggota polisi yang berjaga di sekitar TKP bahkan sempat kewalahan menenangkan massa. Selang beberapa menit kemudian, Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso, SIK MSi sampai di TKP dan kemudian menenangkan massa. (*)