
“Saya minta agar kontraktor itu segera dipanggil dalam waktu dekat, sekaligus dilakukan pemutusan hubungan kerja dan diganti orang lain. Karena masyarakat di Tabonji sudah tidak percaya lagi. Rekanan itu juga sudah mencairkan dana 30 persen dan harus mengembalikan semuanya. Karena tidak menjalankan pekerjaan dengan sebaik mungkin,” tegas Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat melakukan pertemuan dengan Kadis Pendidikan Merauke serta para kepala bidang (Kabid), Kamis (13/6).
Lebih lanjut Bupati Merauke mengungkapkan, dalam dialog bersama masyarakat di Distrik Tabonji, mereka menyoroti tentang pengerjaan SMP oleh rekanan tersebut. “Ya, saya kira apa yang disampaikan masyarakat, sangatlah tepat dan dinas pendidikan harus mengambil langkah lebih lanjut dengan memanggil rekanan, sekaligus memutuskan hubungan kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Merauke menyoroti kembali tentang pembangunan asrama bagi anak didik yang hingga sekarang tak kunjung ditindaklanjuti. “Saya instruksikan lagi agar mulai mencari tanah dari sekarang sekaligus untuk rencana pembangunan asrama. Dalam APBD perubahan mendatang, sudah akan dibahas. Olehnya, usulan anggaran juga segera disusun,” pintanya.
Konsultan yang akan membangun asrama, lanjut Bupati Merauke, agar harus orang yang paham dan mengerti. Artinya bahwa, bangunan tidak terlalu mewah, tetapi harus representatif dan anak didik bisa tinggal sekaligus dapat belajar dengan baik. “Ini adalah tugas dan tanggungjawab yang harus segera dijalankan dan atau dilaksanakan,” tegasnya lagi.
Menurut Vincentius, pihaknya telah mendapatkan laporan terkait kegiatan pembangunan SMP di Distrik Tabonji yang tidak berjalan lagi. Dalam satu atau dua hari kedepan, rekanan bersangkutan dipanggil sekaligus dilakukan pemutusan hubungan kerja serta mengembalikan dana yang telah dicairkan. (Jubi/Ans)