Pemerintah harus tangani pengungsi dari Intan Jaya dan Nduga

Anggota DPD RI dari Papua
Anggota Dewan Pewakilan Daerah RI asal Papua, Herlina Murib. - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Konflik bersenjata yang terjadi di Papua, khususnya konflik bersenjata di  Kabupaten Nduga dan Intan Jaya, membuat ribuan warga sipil meninggalkan kampung halamannya untuk mengungsi. Pemerintah harus memperhatikan kondisi para warga sipil yang mengungsi itu.

Hal itu dinyatakan anggota Dewan Pewakilan Daerah RI asal Papua,  Herlina Murib saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon pada Senin (22/3/2021). Murib menyatakan di antara warga sipil yang mengungsi itu banyak perempuan dan anak yang kehilangan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Read More

“Pengungsi diperlakukan seakan mereka bukan pemilik negeri setempat. Jangan terlalu arogan dalam mengamankan masyarakat Papua. Masyarakat sudah mengalami begitu banyak kekerasan, pemerkosaan, anak anak sebagai generasi emas Papua terlantar,” kata Murib.

Baca juga: Dinsos Papua catat 1.300 pengungsi Intan Jaya di Nabire

Ia mengatakan para pengungsi, khusus perempuan dan anak, adalah kaum yang rentan yang harus mendapat perlindungan khusus. Apabila kondisi mereka dibiarkan, pembiaran itu akan menjadi isu serius bagi Papua.

Murib mengatakan jika pemerintah tidak serius menangani warga sipil yang mengungsi dari wilayah konflik bersenjata, nama Indonesia akan tercoreng di tingkat internasional. Ia meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mencari cara untuk memulangkan warga ke kampungnya masing-masing.

Ia meminta pemerintah pusat menarik pasukan TNI/Polri dari Nduga dan Intan Jaya. “TNI/Polri yang ada di sana harus ditarik. Selama mereka berada [di sana], masyarakat tidak akan pulang ke kampung halamannnya, karena trauma dan ketakutan kepada aparat kemanan,” katanya.

Menurutnya, orang Papua, terlebih khusus para ibu dan anak-anak, terus mengalami nasib buruk dampak pengiriman militer yang terjadi secara berlebihan.  “Anak-anak itu yang akan melanjutkan warisan orang  Papua. Kalau mereka terlantar, tidak mendapatkan hak mereka, terutaman pendidikan kesehatan, ekonomi, gizi yang baik, generasi Papua akan buruk,” katanya.

Baca juga: Anggota MRP pertanyakan keadilan untuk korban di Intan Jaya

Relawan dari Lanny Jaya, Gisman Yanengga mengatakan pihaknya tengah melakukan penggalangan dana untuk pengungsian di Intan Jaya. “Aksi penggalangan dana digelar sebagai wujud solidaritas kami sebagai sesama orang Papua yang mengalami pelanggaran Hak Asasi Manusia dan mengungsi dari tahun ke tahun,” katanya.

Yanengga mengatakan penggalangan dana itu dilakukan para mahasiswa dari Lanny Jaya. “Kami melakukan aksi kemanusiaan untuk pengungsi Intan Jaya, dan telah terkumpul [uang] Rp1.875.000. Kami akan terus menggalang dana dalam bentuk bersihkan pasar untuk menambah bantuan dana untuk kemanusiaan bagi Intan Jaya,” katanya.

Yanengga mengatakan seluruh dana yang terkumpul itu akan dikirimkan ke Intan Jaya. “Kami akan berkoordinasi dengan tim kami. Apakah kami akan kirim uang tunai atau dalam bentuk bahan makanan,” kata Yanengga. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Related posts

Leave a Reply