Kebutuhan peti jenazah di Sentani bertambah

Papua
Foto ilustrasi, peti jenazah. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kebutuhan peti jenazah di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Papua, pada masa pandemi COVID-19 semakin bertambah. Rumah sakit di Kabupaten Jayapura juga semakin sering membeli peti jenazah.

Salah satu pembuat peti jenazah di Kabupaten Jayapura, Christovel Gabriel Kella menuturkan akhir-akhir ini pihaknya semakin kewalahan melayani pesanan peti jenazah.  “Sekarang ini lumayan capek. Orang yang meninggal semakin banyak, jadi pesanan peti dalam sehari mencapai empat sampai dengan lima peti,” ujar Kella pada Kamis (5/8/2022).

Read More

Kella mengatakan ada tujuh orang yang bekerja di bengkel kerjanya untuk membuat peti jenazah dan karangan bunga. “Ada empat orang yang buat peti, ada yang cat dan ada juga yang buat [peti],” jelasnya.

Baca juga: Orang takut COVID-19, tapi tetap lupa protokol kesehatan

Kella menuturkan dalam situasi normal biasanya ia mendapat pesanan dua sampai tiga peti jenazah per hari. “Pada hari biasa itu kami buat cuman dua sampai tiga [peti jenazah]. Tapi sekarang meningkat. Ada yang dari rumah sakit, malam-malam pesan dan kami buatkan. Ada juga yang pesan dari Genyem dan daerah lainnya,” kata Kella.

Harga peti jenazah di Kabupaten Jayapura bervariasi. “Karena situasi dan juga stok peti berkurang, kami kasih harga Rp2,5 – 3 juta per peti, sesuai dengan ukuran masing-masing,” jelas Kella.

Baca juga: Bupati Jayapura: Perlu rapatkan barisan untuk lawan COVID-19

Penjual peti jenazah lainnya Antonio mengatakan ia kerap kehabisan stok peti jenazah karena jumlah permintaan peti jenazah bertambah. “Peti sekarang cepat sekali habis, Selain orang meninggal karena COVID-19, ada juga yang meninggal karena usia atau sakit lain. Jadi, pesanan makin meningkat,” jelasnya.

Ia menyatakan dalam sehari pihaknya bisa menerima empat hingga tujuh peti jenazah. “Pesanan peti jenazah terlalu banyak, jadi kami juga kerja sebaik mungkin untuk sediakan stok peti jenazah. Untuk harga, bervariasi sesuai dengan ukuran peti, mulai dari Rp2,5 – 3 juta,” jelas Antonio.

Salah satu warga Kabupaten Jayapura, Zakeus mengaku kesulitan mendapatkan peti jenazah. “Peti jenazah sudah susah. Kami cari agak repot, untungnya saya punya langganan jadi telepon malam dan jam 09.00 WP pergi ambil. Agak susah [mencari peti jenazah] saat COVID-19,” jelasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts