Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Kendati lonjakan kasus positif COVID-19 telah terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua, masih banyak masyarakat yang kerap melupakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Di Dermaga Yahim, Kampung Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, aktivitas warga seolah tidak terpengaruh pandemi COVID-19 di sana.
Dermaga Yahim merupakan poros transportasi Danau Sentani, khususnya bagi masyarakat adat Sentani yang bermukim di berbagai pulau dan pesisir Danau Sentani dan ingin berkunjung ke perkotaan. Setiap hari, dari pagi sampai malam hari, dermaga tersebut jarang sepi. Puluhan speedboat yang siap mengantar jemput penumpang di Danau Sentani.
Teras Dermaga Yahim menjadi tempat Mama-mama dari Kampung Yahim menjual beraneka dagangan. Banyak juga Mama-mama Papua dari kampung lain yang turut berjualan berbagai makanan di Dermaga Yahim.
Baca juga: Dana 8 Persen dikucurkan ke 105 kampung untuk tangani pandemi COVID-19
Beraneka kudapan seperti roti goreng, roti bakar, panada, pisang goreng, juga minuman seperti kopi, teh, dan kopi susu ala kampung ditawarkan Mama-mama di sana. Ada juga Mama-mama yang menjual keladi, ubi, petatas, papeda bungkus, dan ikan gabus goreng.
Pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia seperti tak terasakan di Dermaga Yahim. Salah satu pedagang di Dermaga Yahim, Herlina Felle mengaku terus mengikuti kabar perkembangan pandemi COVID-19 melalui berbagai media. Felle menuturkan, anak-anak dan kerabatnya juga kerap bercerita tentang pandemi COVID-19. Cerita yang sama juga sering terdengar di tempat ia berjualan.
“Protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah, pakai masker, cuci tangan, [itu] sudah biasa disini. Pakai masker atau tidak, sama saja. Yang penting barang jualan kami laku, ” ujar Felle di Dermaga Yahim, Kamis.
Baca juga: Baru 1.675 remaja di Papua yang divaksin Covid-19
Felle mengakui Pemerintah Kampung Yahim dan Tim Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Jayapura sering menyosialisasikan imbauan protokol kesehatan dan cara mencegah penularan COVID-19. Dermaga Yahim menjadi tempat sosialisasi yang strategis, karena semua masyarakat adat Danau Sentani yang ingin pergi ke Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, akan melalui Dermaga Yahim.
Menurut Felle, sejumlah sosialisasi itu sudah menginformasikan bahaya pandemi COVID-19, dan banyaknya orang yang meninggal karena COVID-19. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat adat di Sentani berpendapat pandemi itu biasa-biasa saja, karena menganggap COVID-19 hanya menyerang orang tertentu.
Felle mengaku ia sendiri mulai memahami bahaya pandemi COVID-19, karena mengetahui banyak orang meninggal karena penyakit itu. Namun ia mengakui dirinya juga kerap lupa menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Januari-Juli 2021, Dinas LH Kabupaten Jayapura makamkan 47 jenazah Covid-19
“Kadang-kadang lupa juga untuk pakai masker saat berada di tempat jualan. Biasa juga diingatkan oleh teman untuk pakai masker, ” ungkapnya.
Salah satu warga Kampung Hobong yang ditemui saat berada di Dermaga Yahim, Frans Sokoy menuturkan masyarakat di kampung hanya memakai masker saat hendak bepergian ke kota. Namun, di lingkungan tempat tinggalnya, masyarakat jarang menggunakan masker.
“Sosialisasi sudah dilakukan oleh pemerintah kampung. Hanya saja, masyarakat masih menganggap itu hal biasa. Kabar penambahan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit, bahkan yang meninggal, selalu diperbincangkan di kampung. Semoga badai virus korona itu bisa cepat berlalu. Kami sedikit was-was juga untuk sekedar jalan-jalan atau berkunjung ke kota. Masyarakat lebih banyak beraktifitas di kampung, atau pergi ke kebun dan mencari ikan,” kata Sokoy. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
