Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Organisasi kepemudaan merupakan wadah pembentukan karakter dan mengasah kemampuan bagi kalangan generasi penerus bangsa. Karena itu, keberadaannya jangan pernah dipandang sebelah mata.
“Saya bisa seperti ini (menjadi pemimpin daerah) berkat (tempaan) organisasi kepemudaan. Pada saatnya nanti, tongkat estafet (kepemimpinan) berada di tangan kalian,” kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat membuka Masa Perkenalan dan Penerimaan Anggota Baru Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sentani, Rabu (18/11/2020).
Bupati Awoitauw mengatakan GMKI merupakan salah satu pilihan tepat bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan. Dia berpesan kepada para anggota GMKI tetap solid dan menjaga kekompakan di dalam maupun di luar organisasi.
“Anda sudah berada pada jalan yang benar. Teruslah bertahan dalam situasi apa pun. Jangan mudah terpengaruh (terombang-ambing) dengan kondisi di luar organisasi,” harap Awoitauw.
Anggota Senior GMKI Papua Albert Yoku menambahkan perkembangan teknologi modern berpotensi merongrong anggota melakukan aktivitas yang bertentangan dengan visi dan misi organisasi mereka. “Semangat kepemudaan harus ditonjolkan (diutamakan) dalam menjalani aturan dan aktivitas di masyarakat.”
Masa Perkenalan dan Penerimaan Anggota Baru (Mapper) GMKI Sentani diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Jayapura. Kegiatannya berlangsung selama dua hari di aula Puspenka Sentani.
“Kegiatan ini berlangsung atas swadaya Pengurus GMKI Cabang Sentani. Target anggarannya sebesar Rp75 juta, tetapi baru terkumpul Rp1 juta hingga pelaksanaan kegiatan,” kata Ketua Panitia Mapper GMKI Sentani 2020 Musa Apaserai. (*)
Editor: Aries Munandar






