
Jayapura, Jubi – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan operasi militer yang sempat dilontarkan dirinya merupakan pilihan terakhir dari pemerintah pusat untuk mengatasi gerakan kelompok bersenjata di Papua.
“Kalau operasi militer kita bisa lakukan kapan saja, tapi itu merupakan pilihan terakhir,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, di Jayapura, Selasa (29/3/2016).
Menurut Luhut, rencana operasi militer juga tidak mendapat restu dari Presiden Joko Widodo, karena beliau menginginkan pendekatan secara kesejahteraan. “Presiden tidak nyaman dengan itu. Beliau lebih mengedepankan pendekatan kesejahteraan yang dinilai paling terbaik,” ujarnya.
Pendekatan kesejahteraan, ujar Luhut, paling efektif sebab jika rakyat sejahtera maka keamanan akan bertambah baik. Untuk itu, ia mengajak pihak yang berseberangan untuk segera turun gunung dan bergabung bersama pemerintah membangun Papua.
“Kalau ada teman-teman di gunung yang masih ribut, turun ke bawah mari sama-sama membangun Papua. Sebab bapak presiden menginginkan pendekatan kesejahteraan untuk menyelesaikan masalah di Papua,” ajak Luhut.
Di samping itu, Luhut juga menolak anggapan Papua tidak aman sebagaimana yang didesas-desuskan sejumlah negara. Untuk itu, dirinya meminta peran tokoh agama dan adat dalam mengajak teman-teman yang berseberangan untuk turun bangun Papua.
“Ada anggapan di luar negeri yang menyebut Papua merupakan wilayah barbar, saya kira itu salah. Sebab kita ingin kasi tahu dia, jika mereka datang aman, pulang juga aman. Makanya, kami juga tidak pernah ingin bergabung pada aliansi militer,” tutupnya. (Alexander Loen)