Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi-Moses Yigibalom, pemuda asal Kabupaten Lanny Jaya, pengelola Kopi Lani Mendek yang terlibat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua, merasa bangga karena bisa hadir dengan kopi racikannya di stand VIP Stadion Lukas Enembe.
“Saya bisa terlibat karena dukungan dari Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) desa. Saya merasa bangga bisa terlibat di PON XX. Semua atlet dari daerah mereka bertanding bawa nama daerah. Saya rasa bangga bisa bawa nama Kabupaten Lanny Jaya dari kopi ini. Saya dapat juga di stand utama VIP,” kata Moses kepada jubi, Jumat (15/10/2021)
Dengan begitu, dia sekaligus mempromosikan nama kampung halamannya, Lanny Jaya.
“Orang tidak bilang itu kopi Moses, orang tanya kopi Lanny Jaya itu yang mana, dan saya bawa nama Lanny Jaya dengan berjualan kopi,” ucap Moses.
Pria otodidak ini membawa kopi dari Lanny Jaya sebanyak 400 kg, dalam kondisi biji mentah (green bean) dengan harga bervariasi dari tiga jenis roasting kopi.
“Saya bawa itu masih belum diroasting (panggang/sangrai). Tapi ada juga sampel yang sudah diroasting , Fullwash 200 gram Rp:130 ribu , Natural 100 gram Rp120 ribu dan Honey Process 150 gram Rp 120ribu.
Pengunjung juga bisa langsung bisa mencicipi kopi di gerai miliknya, dengan harga mulai 15 ribu rupiah hingga 30 ribu rupiah percangkir.
Selain menjadi barista, Moses juga turut memberdayakan petani-petani di kampungnya. Ia mengajarkan anak-anak menjadi petani dan juga menjadi penjual dan peracik kopi yang baik dan benar.
“Kopi yang saya bawa itu kopi yang terpilih. Banyak petani yang sudah saya ajarkan namun untuk sementara kita mau perkenalkan citarasa kopi yang dari Lanny Jaya, ” ucap Moses.
Dalam sehari ia berjualan selama delapan jam, omzetnya pun terbilang bagus.
“Dalam sehari itu sudah lebih dari 2 juta dan untuk pendapatan selama 14 hari ini belum bisa kami pastikan, karena belum dijumlahkan. Tapi kalau kasarnya itu sudah melebihi 10 juta rupiah. Pengunjung paling banyak pada pukul 13.00- 15.00 sore,” ujar Moses.
Menurutnya, potensi kopi di Papua cukup banyak. Perlu ada pameran atau kegiatan untuk mempromosikannya.
Salah seorang pengunjung, Auztin mengaku kopi Lanny Jaya yang dijajakan Moses , mantap dalam soal rasa dan aroma.
“Karena yang saya minum ini dari petaninya sendiri jadi rasa kopinya itu memang benar-benar di nikmati tanpa ada campuran .nyak kopi sekarang yang di kemas dengan berbagai nama dan label,” ucapnya.
“Bicara kopi ini bicara soal kesabaran juga, karena untuk mendapatkan hasil yang baik itu harus benar-benar teliti dalam memetik buah, menjemur hingga memproses. Papua ini banyak kopi tapi banyak yang bawa kopi itu keluar dan jual dengan harga yang gila-gilaan, kalau bisa itu setiap petani itu dibina dan semua kopi-kopi di Papua dikelola dalam satu pintu ,” tuturnya.(*)
Editor: Syam Terrajana






