Masyarakat Kiworo diminta rawat hutan Sagu

papua, kampung kiworo, hutan sagu
Kepala Kampung Kiworo, Eliandar Emanuel Kanangku sedang diwawancarai – Jubi/Frans L Kobun

 

Papua No.1 News Portal

Kimaam, Jubi- Lima tahun silam, tepatnya 2015, hutan sagu milik masyarakat Kampung Kiworo, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, terbakar hingga ratusan pohon.

Read More

Kepala Kampung Kiworo, Eliandar Emanuel Kanagku mengatakan, Jika tak terbakar saat itu, kini masyarakat setempat sudah dapat menebang sekaligus memangkurnya untuk dijadikan sebagai makanan pokok.

Hal itu disampaikan Eliandar kepada Jubi Jumat (21/8/2020). “Memang sebagian pohon sagu yang mati, terpaksa ditanam kembali oleh warga. Meskipun hidup, namun butuh waktu lama digunakan,” ujarnya.

Kebakaran hutan Sagu tersebut, demikian Eliandar, akibat tak ada kesadaran masyarakat setempat membersihkan areal di sekitar. Sehingga ketika ada yang membakar hutan, otomatis ikut terbakar.

“Ya, dalam setiap kesempatan, saya selalu mengingatkan kepada warga agar tak membiarkan sagu tumbuh begitu saja, tetapi minimal rumput disekitarnya dibersihkan,” ujar dia.

Dikatakan, meskipun ratusan pohon sagu terbakar beberapa tahun silam, namun masih ada dusun sagu lain yang bisa diolah masyarakat setempat, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Memang selain umbi-umbian yang menjadi makanan pokok masyarakat Kampung Kiworo, namun Sagu menjadi kebutuhan. Karena selain sebagai cadangan makanan, juga ada urusan penting lain yang membutuhkan sagu,” ungkapnya.

Mama Maria (45), salah seorang warga Kampung Kiworo juga mengatakan, sagu menjadi makanan pokok bagi orang Kimaam secara umum.

“Setiap marga ada dusun sagu masing-masing. Sehingga ketika cadangan makanan berkurang, bisa langsung ke dusun sekaligus menebang dan dipangkur,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Related posts

Leave a Reply