
Perez de Cuellar berperan penting dalam mengamankan pembebasan para sandera Amerika yang ditahan di Lebanon serta perjanjian damai di Kamboja dan El Salvador
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Lima, Jubi – Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Javier Perez de Cuellar, meninggal dunia pada Rabu, (5/3/2020). Diplomat asal Peru itu tercatat memiliki peran sentral dalam mengakhiri perang antara Iran dan Irak periode 1980-1988.
Perez de Cuellar, yang usianya mencapai satu abad, menjabat sebagai kepala badan internasional sejak 1982 hingga 1991. Semasa menjabat, ia berperan penting dalam mengamankan pembebasan para sandera Amerika yang ditahan di Lebanon serta perjanjian damai di Kamboja dan El Salvador, menurut PBB.
Baca juga : Tonga tanda tangan Konvensi PBB Anti-Korupsi
Rancangan resolusi PBB kecam pencaplokan Israel
Presiden Palestina akan bicara tentang perdamaian di PBB
Perez de Cuellar yang menikahi Marcela Temple Seminario pada 1975 itu antara lain menempuh pendidikan di Universitas Katolik Pontificial Peru. Sebagai diplomat dan politisi Peru terkemuka, Perez de Cuellar juga menulis sejumlah buku antara lain Pilgrimage for Peace: A Secretary-General’s Memoir yang terbit pada 1997. (*)
Editor : Edi Faisol




