Makna angka 8 di pelantikan pengurus KONI Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Ada yang unik dan menarik dari pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi Papua periode 2017-2021. Pertama waktu pelantikan, Kamis (18/1/2018) dan pengurus yang dilantik sebanyak 78 orang.

Masyarakat Tionghoa memaknai angka '8' sebagai pembawa rezeki dan hoki dikarenakan bentuk angka delapan yang seakan tidak ada putusnya.

Angka ini tidak memiliki ujung, yang diharapkan juga bisa membawa kesuksesan yang terus mengalir tanpa henti dan tidak berkesudahan. 

Budaya, kepercayaan, dan nilai yang dianut masyarakat Tionghoa  di seluruh dunia sangat mempercayai fengshui yang didasari pada hukum langit, bumi dan numerologi (ilmu tentang angka).

Kecintaan masyarakat China terhadap angka delapan juga tampak jelas pada  Olimpiade yang digelar di Beijing pada sepuluh tahun silam. Acara  pembukaan Olimpiade ini diadakan pada 8 Agustus 2008, yang secara  tertulis menjadi 08-08-08 pada jam delapan lewat delapan menit lewat delapan detik (08.08.08). Semua serba angka delapan!.

Para ahli  fengshui China juga menuturkan bahwa angka delapan memang merupakan angka terkuat uang mewakili unsur tanah. Dalam melakukan apapun dalam  kehidupan, angka delapan dipercaya bisa membawa keberuntungan lebih.

Angka, khususnya angka delapan memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Tionghoa.

Itu artinya pelantikan pengurus KONI Papua di waktu dan jumlah pengurus yang serba delapan punya makna sukses dan makmur.

Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, S.Ip dalam arahannya menekankan tiga hal pokok, Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX/2020 minimal memikul tiga tanggung  jawab.

Pertama meraih sukses di bidang infrastruktur. Kedua  suskes dalam pelaksanaan atau penyelenggaraan PON dan ketiga adalah sukses prestasi.

“Banyak sekali bidang pekerjaan yang menurut hemat saya, sudah harus sangat difokuskan dalam pelaksanakan sejak sekarang,” katanya..

Bidang-bidang dimaksud adalah pertandingan, nomor pertandingan, tempat pertandingan, sarana prasarana, akomodasi, transportasi, upacara pembukaan dan penutupan, keamanan dan kehumasan.

“Tiga hal yang tadi saya katakan telah disampaikan bapak Wakil Presiden Yusuf Kalla pada tanggal (20/12/2017) saat rapat terbatas (Ratas) yang dihadiri Ibu Menko, Menpora, Ketua Inasgoc, Ketua KONI dan beberapa unsur terkait membahas tiga permasalahan yang tadi disampaikan menghadapi Asian Games 2018 yang tinggal enam bulan dilaksanakan,” ujarnya.

Lukas Enembe menegaskan pengurus KONI Papua memikul sebuah tugas dan tanggungjawab besar demi kehormatan nama dan generasi Papua ke depan.

Sebagai tuan rumah PON, Lukas Enembe meminta prestasi Papua harus lebih baik dibanding PON Jawa Barat. “Waktu terus berjalan, kita tidak boleh lambat persiapkan atlet,” katanya.

Bila PON Jabar, KONI Papua beli atlet, maka Lukas Enembe meminta kali ini lebih diberdayakan atlet anak asli Papua.

Mantan atlet sepak bola Nando Fairyo menyatakan, tanggungjawab besar untuk mencetak prestasi luar biasa sudah dipercayakan kepada pengurus baru menuju PON 2020.

“Jika cuman bekerja seadanya atau apa adanya jangan pernah punya mimpi hasil yang luar biasa. Apalagi model pembinaan selama ini,” katanya. (*)

Related posts

Leave a Reply