
Wamena, Jubi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga akan tetap mengakomodir suara para pemilih yang sedang mengungsi di Jayawijaya maupun Lanny Jaya. Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan disediakan di setiap batas kabupaten.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nduga, Okcha Nirigi mengatakan, setelah dilakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Papua, disepakati bahwa penyaluran hak suara bagi masyarakat yang mengungsi pasca konflik di sejumlah distrik akan tetap diakomodir.
“Pencoblosannya tetap di wilayah Kabupaten Nduga. Jadi, mereka akan memilih di distrik perbatasan antara kabupaten, seperti pengungsi di Jayawijaya mereka akan ikut memilih di Distrik Mbua, sedangkan yang berada di Lanny Jaya ada dua distrik perbatasan yang dekat yaitu Distrik Upaga dan Ninggiagin,” kata Nirigi kepada wartawan di Wamena, Kamis (28/3/2019).
Hal ini juga kata Nirigi, menjawab adanya wacana dari pemerintah daerah setempat untuk memfokuskan pencoblosan di ibu kota Keneyam. Namun hal itu kata dia, berbenturan dengan aturan KPU.
“KPU tetap akan melakukan pemilihan di setiap distrik yang masih dalam keadaan kondusif,” katanya.
Ia menjelaskan, hingga kini untuk pendistribusian logistik Pemilu, bagi daerah pemilihan (dapil) satu telah dilakukan. Tinggal Dapil dua dan tiga belum disalurkan, karena kebanyakan masyarakat masih berada di hutan dan di tempat pengungsian.
‘
“Kami akan tetap mendistibusikan logistik Pemilu itu hingga sampai ke tujuan. Termasuk logistik untuk distrik seperti Dal, Yal, Mbua, Yigi, Nirkuri, Mbulmu Yalma, Mugi, Mam, Mapenduma, Kagaem dan Parom,” katanya.
Ketua Bawaslu Nduga, Talius Tabuni mengatakan jika memang tidak bisa semata-mata bahwa Pemilu harus dilakukan di ibu kota, dimana masih ada sejumlah distrik yang masih kondusif.
“Kecuali Distrik Mbua, Dal, Mbulmu Yalma, Yigi, Nirkuri, Ninggal, Mugi, Mapenduma atau daerah rawan KPU dan Bawaslu, pemerintah daerah perlu duduk dan diskusikan untuk pelaksanaannya,” kata Tabuni.
Menurut Tabuni, jika memang nantinya bagi distrik yang keamanannya belum kondusif sehingga dipindahkan ke Keneyam, Bawaslu melihat nantinya akan ada setiap kepentingan dibawa masuk dan nantinya daerah itu bisa terjadi konflik.
“Jadi, kami mau pemilihan di perbatasan kabupaten itu lebih bagus,” katanya,” kata dia. (*)
Editor: Syam Terrajana






