Korsel kembali catat rekor Covid-19, mencapai 2.223 kasus sehari

Papua
Ilustrasi pandemi Covid-19 - Pexels.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Seoul, Jubi – Kasus penularan Covid-19 harian di Korea Selatan lebih dari 2.200, temuan itu angka tertinggi sejak awal pandemi. Menteri Kesehatan Kown Deok-cheol, mengatakan negaranya sedang bergumul dengan wabah virus Covid-19 varian Delta yang sangat menular.

Read More

Meski menerapkan aturan pembatasan ketat lebih dari satu bulan, kasus infeksi masih terus bertambah.

“Selain Delta, ramainya perjalanan domestik pada musim panas menjadi pemicu kenaikan kasus,” kata Kwon dalam rapat tanggap Covid-19, , Rabu, (11/8/2021).

Baca juga : Lonjakan Covid-19 Korea Selatan diduga dari interaksi jemaat gereja

Sejumlah negara ini mulai tak wajibkan masker, klaim Covid-19 terkendali

Wajib masker di Korea Selatan berdampak permintaan operasi plastik

Dia juga mencatat, bertambahnya penyebar virus diam-diam atau silent spreader dalam komunitas seperti tempat kerja, pusat kebugaran dalam ruang, gereja, dan panti jompo, menyebabkan kenaikan kasus infeksi yang tidak jelas asalnya.

Tercatat Korsel telah berjuang sejak Juli untuk menjinakkan wabah Covid-19 sporadis yang awalnya terpusat di kota metropolitan Seoul namun kini tersebar ke seluruh negeri. Hampir separuh dari kasus baru yang ditemukan baru-baru ini berasal dari luar Seoul dan di tempat-tempat liburan musim panas. Pihak berwenang prihatin dengan banyaknya orang yang mengabaikan aturan pembatasan sosial.

Kwon meminta dengan sangat kepada masyarakat yang baru pulang liburan untuk menjalani tes secara sukarela sebelum kembali bekerja.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 2.223 kasus baru pada Selasa, sehingga total kasus Covid-19 di negara itu mencapai 216.206 dengan 2.135 kematian.

Dari 52 juta penduduknya, baru 15,7 persen yang sudah divaksin lengkap, sementara yang baru menerima setidaknya satu dosis mencapai 42,1 persen.

Pemerintah Korsel menargetkan 70 persen penduduknya akan menerima minimal satu dosis vaksin pada September. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply