Ketua KPU Yalimo: jaga integritas dan netralitas penyelenggara

 

Coffee morning internal KPU Yalimo untuk persiapan pemilu 2019-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yalimo, Yehemia Walianggen meminta seluruh komisioner dan staf KPU agar dalam pelaksanaan pemilu 2019, tetap menjaga integritas dan netralitas. Demi terciptanya demokrasi di pemilu nanti.

Read More

Hal itu disampaikannya dalam coffee morning kesiapan personil KPU Yalimo di Wamena, Senin (1/4/2019) usai apel pagi yang sesuai dengan instruksi KPU RI.

Menurut Yehemia, ia berharap seluruh komisioner KPU Yalimo tetap professional dan berintegritas, dengan tidak berkomunikasi dengan calon siapa pun.

“Komisioner punya tanggungjawab melaksanakan tahapan-tahapan, kami juga tidak perlu diintervensi oleh siapa pun,” kata Walianggen.

Ia juga menekankan, setiap komisioner dan staf  KPU Yalimo tetap bekerja sesuai aturan yang ada. Jaga independensi dan tetap netral melayani semua peserta Pemilu.

“Intinya KPU Yalimo siap laksanakan Pemilu yang tinggal kurang lebih 16 hari lagi, persiapan kita sudah 90 persen. Tinggal menunggu 10 persennya lagi. Masih ada kekurangan logistik, ada surat suara yang sudah rusak dan harus diganti dan kami sudah laporkan itu,” katanya.

KPU Yalimo juga tinggal menunggu pelantikan anggota KPPS dan menjadwalkan pendistribusikan logistik jika semuanya dinyatakan lengkap.

“Pendistribusian logistik awalnya kita rencanakan tanggal 10 April nanti, tetapi karena logistik kita belum 100 persen artinya masih ada kekurangan, sehingga kemungkinan kita distribusi logistik diperkirakan tanggal 13-14 April 2019,” katanya.

Di waktu berbeda Ketua Bawaslu Yalimo, Habakuk Mabel mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan secara melekat kepada KPU untuk menjalankan atau menyelesaikan tahapan itu sesuai ketentuan undang-undang.

“Selain KPU yang telah menyiapkan perangkat penyelenggara di tingkat bawah, Bawaslu pun telah menyiapkan jajaran di tingkat bawah seperti pengawas distrik, PPL dan PTPS,” katanya.

Meski begitu, Bawaslu juga berharap jajarannya di tingkat bawah tetap mengedepankan profesionalitas dalam Pemilu nanti. Pemahaman masyarakat dalam hal pemilu juga dapat lebih ditingkatkan.

“Dari 14 kabupaten di Pegunungan Tengah Papua, Yalimo melaksanakan pemilihan secara demokratis dan normatif. Ini sesuai ketentuan undang-undang,” kata Mabel. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

 

Related posts

Leave a Reply