Kecelakaan di Bangklades dan Peru masing-masing tewaskan belasan orang

Papua
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas - Pixabay.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dhaka, Jubi – Sedikitnya 19 orang tewas dan puluhan lainnya hilang setelah sebuah kapal feri yang penuh penumpang menabrak kapal pengangkut pasir pada Jumat (27/8/2021) kemarin. Musibah itu merupakan tragedi terbaru transportasi air yang melanda Bangladesh.

Read More

“Sejauh ini kami telah menemukan 19 jenazah,” kata kepala polisi Brahmanbaria, distrik di Bangladesh timur, Anisur Rahman.

Baca juga : Kecelakaan pesawat militer di Filipina tewaskan 29 korban jiwa 

Boeing didenda Rp34 triliun terkait kecelakaan Lion Air

Kecelakaan pesawat hingga terbelah di India tewas 17 orang

Rahman meyebut korban tewas termasuk sembilan perempuan dan dua anak. “Operasi penyelamatan bagi mereka yang hilang sedang berlangsung,” kata Rahman di tempat kecelakaan kapal itu terjadi.

Para petugas kepolisian mengatakan mereka tidak tahu jumlah pasti orang yang hilang. Namun, para penumpang yang selamat mengatakan lebih dari 50 orang berada di dalam kapal feri tersebut.

Seorang pejabat distrik,  Hayat Ud Dowlah Khan, mengatakan beberapa dari orang-orang tersebut berhasil berenang ke darat atau diselamatkan.

Ratusan orang meninggal setiap tahun dalam kecelakaan feri di Bangladesh, yakni negara dataran rendah yang memiliki perairan di pedalaman yang luas tetapi standar keselamatan transportasi air yang lemah.

Sedikitnya 26 orang tewas pada Mei setelah perahu motor cepat  (speedboat) yang penuh sesak bertabrakan dengan kapal curah bermuatan pasir dan tenggelam di Sungai Padma.

Sedangkan di Peru, sebuah bus dikabarkan membawa pekerja tambang tembaga Las Bambas –perusahaan milik MMG Cina terjun ke jurang hingga menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai tiga orang.

Media setempat yang mengutip sumber kepolisian menyebutkan kecelakaan terjadi di Provinsi Cotabambas di kawasan Apurimac, Peru.

Pihak MMG Cina belum menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar. Tercatat Las Bambas menjadi salah satu tambang terbesar di Peru yang terletak di antara Cotabambas dan sebuah provinsi tetangga.

Kecelakaan bus yang terperosok ke jurang sering kali terjadi di Peru. Pegunungan Andes melintasi banyak negara dengan jalan berliku menghadap ke arah tebing. RPP melaporkan bahwa bus jatuh sejauh 200 meter. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Related posts

Leave a Reply