
Penyakit pernapasan itu menewaskan lebih dari 367 ribu jiwa di seluruh dunia meski jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena uji corona masih terbatas
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Kasus virus corona global pada Sabtu, (30/5/2020) kemarin melampaui angka 6 juta orag. Hitungan Reuters menyebutkan kasus itu terjadi saat Amerika Latin melaporkan satu tonggak peristiwa muram dengan 50 ribu kematian akibat penyakit itu.
Negara-negara seperti Brazil dan Meksiko sedang berjuang menghentikan penyebaran virus, yang awalnya memuncak di China pada Februari sebelum wabah berskala luas itu merebak di Eropa dan Amerika Serikat.
Penyakit pernapasan itu menewaskan lebih dari 367 ribu jiwa di seluruh dunia meski jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena uji corona masih terbatas dan banyak negara tak memasukkan korban di luar rumah sakit sebagai bahan penghitungan.
Sebanyak 41 kasus pertama corona terkonfirmasi di Wuhan, China, pada 10 Januari dan virus itu melanda dunia hingga 1 April mencapai jutaan kasus pertamanya. Sejak itu, sekitar 1 juta kasus baru dilaporkan setiap dua pekan, menurut Reuters.
Pandemi itu terus bertambah, namun banyak negara membuka sekolah dan tempat kerja setelah beberapa pekan penutupan wilayah yang belum pernah terjadi selama ini, yang bertujuan menghambat penyebaran penyakit pernapasan itu.
Baca juga : Wabah corona, pendakian di Gunung Fuji dibatalkan
Petinggi Uni Eropa ingin penyelidikan independen asal mula corona
Perempuan berusia 113 tahun ini berhasil mengalahkan corona
Sementara itu wabah corona di Brazil memburuk dengan total kasus mendekati 500 ribu orang. Tercatat Brazil menyebut rekor kasus baru corona pada Sabtu kemarin yang mencapai 33.274 sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 498.440, yang mengakibatkan negara kiblat sepak bola dunia itu menyandang predikat sebagai salah satu kawasan terparah dilanda Covid-19.
“Jumlah kematian di Brazil akibat corona meningkat menjadi 28.834, dengan 956 kematian baru dalam 24 jam terakhir,” kata kementerian setempat.
Jumlah kematian akibat Covid-19 untuk kawasan Amerika Latin mencapai 50.105 dengan kasus sebanyak 976.425.
Selain Brazil yang menduduki peringat pertama sebagai penyumbang angka kematian dan kasus infeksi terparah, negara Amerika Latin lain yang sedang kewalahan menghadapi pandemi adalah Chile, Meksiko dan Peru.
Presiden Brazil Jair Bolsonaro menentang kebijakan isolasi kota yang diberlakukan oleh gubernur di beberapa negara bagian. Bolsonaro juga selalu menentang nasihat pakar kesehatan yang menganjurkan pembatasan wilayah. Akibat sikapnya yang antipembatasan ketat, Bolsonaro ditinggalkan dua menteri kesehatan yang akhirnya dipecatnya. (*)
Editor : Edi Faisol




