
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Selasa – Kepala Kepolisian Daerah atau Polda Papua Irjen Rudolf Rodja memastikan Briptu Heidar meninggal karena luka tembak yang dideritanya. Hal itu dinyatakan Rodja kepada Kantor Berita Antara di Jayapura, Papua, Selasa (13/8/2019). “Memang benar, Briptu Hedar meninggal karena ditembak,” kata Rodja.
Briptu Heidar ditemukan tewas di Kabupaten Puncak, Papua, pada Senin petang. Jenazahnya ditemukan tidak jauh dari lokasi ia dihadang dan ditangkap sekelompok orang di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, pada Senin pagi. Saat itu, Heidar sedang mengendarai sepeda motor bersama Bripka Alfonso Wakum.
Di tengah perjalanan, ada seseorang memanggil nama Heidar, sehingga ia menghentikan sepeda motor. Tiba-tiba, sekelompok orang yang dinyatakan polisi membawa senjata api muncul dari semak-semak, dan langsung menangkap Heidar.
Bripka Alfonso Wakum berhasil meloloskan diri setelah menjatuhkan diri, dan bersembunyi, lalu melaporkan peristiwa itu kepada Kepolisian Sektor Ilaga. Aparat gabungan TNI/Polri yang melakukan pencarian dan akhirnya menemukan jenazah Briptu Heidar pada pukul 17.30 WP.
Pada Selasa pagi, jenazah Briptu Heidar diterbangkan ke Timika dengan menggunakan pesawat Twin Otter milik Ribut Air. Selanjutnya, jenazah Briptu Heidar akan diterbangkan ke Makassar. Orangtua angkat Briptu Heidar, Haria mengatakan Briptu Heidar akan dimakamkan di kampung halamannya di Barru, Sulawesi Selatan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan Briptu Heidar akan menerima penghargaan kenaikan pangkat luar biasa. “Naik pangkat menjadi Brigadir Polisi,” ujar Dedi kepada Antara, Senin malam.
Di Jayapura, Komandan Satuan Brimob Kopolisian Daerah Papua, Kombes Jeremias Rontini menyatakan pihaknya belum bisa memastikan identitas kelompok bersenjata yang membunuh Briptu Heidar. “Sampai saat ini belum dapat dipastikan kelompok mana yang menghadang dan membunuh Briptu Heidar,” kata Kombes Rontini kepada Antara, Senin malam.(*)
Editor: Aryo Wisanggeni G




