Kamp pengungsi di NTT akan ditutup diganti rumah kontrak

Papua, pengungsi
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kupang, Jubi – Pengungsi korban bencana badai siklon tropis seroja diharapkan tidak menempati kamp pengungsian guna menghindari penularan Covid-19. Mereka akan ditempatkan di rumah  warga lain yang tak terdampak bencana, dengan cara dikontrak.

Read More

“Sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian karena bisa berpotensi adanya penularan Covid-19,” kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, Selasa (13/4/2021).

Baca juga : Daerah ini andalkan toa dan lonceng gereja untuk hadapi bencana 

‘Ebamukai’ untuk NTT, diserukan di penutupan CdM meeting II 

Presiden Jokowi : bantuan korban banjir bandang NTT terkendala cuaca

Ia mengatakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di NTT maka warga yang terdampak bencana alam badai siklon tropis Seroja ini tidak dikumpulkan terpusat dalam kamp pengungsian namun disebarkan ke rumah-rumah penduduk yang tidak terdampak bencana.

“Korban bencana ini sebaiknya disebar ke rumah-rumah warga yang bersedia menampung para korban yang tertimpa bencana,” kata Viktor menambahkan.

Menurut Viktor, BNPB akan menyiapkan anggaran sewa rumah bagi para korban terdampak bencana alam badai seroja sebesar Rp500 ribu per bulan untuk biaya kontrakan. Biaya kontrakan rumah itu diberikan sambil menunggu proses relokasi dilakukan pemerintah.

Ia mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang melakukan upaya antisipasi secara dini terhadap penyebaran Covid-19 dengan melakukan rapid antigen terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply