Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
Jayapura, Jubi – Bakal calon Gubernur Papua periode 2018-2023, Jhon Wempi Wetipo (JWW) melanjutkan gerilya politiknya ke dua kantor partai politik di Papua. Setelah sebelumnya mendaftar ke PDI Perjuangan dan Golkar, Bupati Jayawijaya itu kini mendatangani DPD Gerindra Papua di Padang Bulan, Kota Jayapura dan DPW PPP di Jalan Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Rabu (14/6/2017).
Di DPD Gerindra Papua, JWW mengembalikan formulir pendaftaran atau mendaftarkan diri dan menyerahkan visi misinya.
"Beberapa waktu lalu kami memang sudah memberikan formulir kepada JWW. Kami memberi ruang seluas-luasnya kepada siapapun untuk dapat dukungan Gerindra. Kini yang datang adalah salah satu putra terbaik Papua. Beliau mengembalikan berkas. Tim desk pilkada DPD Gerindra Papua akan memeriksa berkasnya. Dalam dua hari kami akan informasikan kapan beliau akan memaparkan visi misinya di Pemenangan Gerindra Papua di hadapan 12 penalis," kata Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni.
Sementara bakal calon Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo berterimakasih kepada Partai Gerindra yang telah membuka peluang untuknya guna berpartisipasi dalam pilgub Papua, 2018.
"Sebagai orang Papua kita punya kepedulian dan bertanggungjawab terhadap tanah Papua. Semoga Gerindra berkenan mengusng kami dalam pilgub Papua mendatang. Pada prinsipnya kami siap mental dalam pilgub mendatang," kata JWW.
Menurutnya, pihaknya menyerahkan visis misi untuk dipelajari DPD Gerindra Papua. Jika ada yang kurang, pihaknya akan melengkapi.
"Kalau semua partai buka pendafaran kami akan daftar ke semuanya. Demokrat pun kalau buka pendaftaran saya daftar. Tapi sampai hari ini belum. Nanti saya bawa lamaran langsung ke DPP. Semoga dapat diterima," ujarnya. Usai dari DPD Gerindra, JWW melanjutkan gerilya politiknya ke DPW PPP di Jalan Pantai Hamadi Kota Jayapura. Di kantor DPW PPP, JWW mengembalikan berkas formulir pendaftaran.
Ketika ditanya siapa yang akan mendampinginya, JWW menyatakan akan berpasangan dengan orang pesisir.
"Harus serupa tapi tak sama. Kalau gubernur sibuk, wakilnya harus mampu melaksanakan tugas. Wagub bukan hanya jadi ban serep," ucapnya. (*)
