JDP berharap peristiwa di Posramil Kisor tak ganggu kedamaian di Papua Barat

Papua
Yan Christian Warinussy juru bicara Jaringan Damai Papua. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Jaringan Damai Papua (JDP) berharap peristiwa penyerangan pos persiapan Koramil Kisor Maybrat oleh kelompok bersenjata hingga menewaskan empat anggota TNI AD tak mengganggu kedamaian wilayah Papua Barat yang sudah terawat.

Juru bicara JDP Yan Christian Warinussy di Manokwari, mendukung penuh pernyataan Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa tentang  komunikasi baik yang sudah terbina antara aparat TNI dengan penduduk lokal kampung Kisor Distrik Aifat Selatan.

Read More

“Kalau sudah ada komunikasi baik yang terbina antara TNI dengan warga lokal, maka patut diduga kelompok penyerang posramil berasal dari luar wilayah kabupaten Maybrat,” kata Warinussy, Jumat (3/9/2021).

Dalam kapasitas sebagai Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua Barat, Yan Christian Warinussy mencatat kurun waktu 20 tahun belum pernah dia mendengar adanya penyerangan terhadap masyarakat sipil maupun aparat keamanan dan pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat sipil atau kelompok bersenjata di wilayah  tersebut.

“Sehingga peristiwa yang menimpa Komandan Pos Koramil Kisor, Lettu CHB Dirman dan ketiga anggotanya tersebut cukup mengagetkan semua pihak di Papua Barat ini,” tutur Warinussy.

JDP berharap Panglima Kodam XVIII Kasuari dan jajarannya, untuk mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat di Kampung Kisor dan sekitarnya di Distrik Aifat Selatan, guna menemukan pelaku penyerangan terhadap Pos Koramil Kisor tersebut.

“Pendekatan ini dapat dilakukan dengan mendayagunakan peran dari tokoh agama setempat.  Saya kira Pangdam XVIII/Kasuari dapat membangun komunikasi dengan Uskup Sorong dan Badan Pekerja Am Sinode GKI Di Tanah Papua. Agar proses pendekatan guna menemukan akar masalah serta merajut perdamaian,” ujarnya.

JDP sangat mengharapkan tidak digunakannya langkah operasi militer atau operasi militer selain perang dalam menghadapi kasus Kisor ini di kemudian hari .

“Pendekatan sosial kiranya penting digunakan dalam menyelesaikan kasus Kisor hingga ke akar masalah yang ada selama ini, sehingga kepastian terbangunnya damai di Tanah Papua juga Papua Barat menjadi nyata dan aktual,” ujar Yan Christian Warinussy.

Sementara, Panglima Kodam XVIII Kasuari bersama Gubernur Dominggus Mandacan didampingi Kapolda Papua Barat, Jumat pagi tadi melakukan kunjungan di kota Sorong memberikan penghormatan kepada jenazah empat anggota TNI yang gugur dalam aksi penyerangan Kamis pagi kemarin.

Gubernur Papua Barat berharap masyarakat kabupaten Maybrat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan berikan kepercayaan penuh kepada aparat keamanan untuk bekerja mengungkap para pelaku tak manusiawi itu. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts

Leave a Reply