Jabar ingatkan orang tua waspadai covid-19 varian delta

Ibu dan anak Papua
Ilustrasi seorang ibu sedang menggendong anaknya saat ditemui di Kantor Wali Kota Jayapura - Jubi/Ramah

Papua No.1 News Portal | Jubi

Bandung, Jubi – Pemerintah Jawa Barat  mengingatkan agar orang tua mewaspadai varian baru Covid-19 jenis delta yang rawan menular keanak-anak. Peringatan itu dismapaikan terkait virus Covid-19 varian baru itu sudah masuk ke wilayah setempat.

Read More

“Daya tularnya lebih banyak, sehingga saya titip para orang tua, anak-anak ini betul-betul dijaga. Karena beberapa daerah, varian delta ini juga cepat menyerang anak-anak,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa, (22/6/2021) kemarin.

Baca juga : WNI tertular varian baru virus Covid-19 usai perjalanan dinas 

Pakar ingatkan varian baru Covid-19 berisiko masuk Indonesia sebelum tahun baru 

Belum ada alat dan dokter ahli untuk varian baru korona

Meski Kamil tidak memerinci kasus Covid-19 varian delta di kelompok anak-anak. Namun ia mengingatkan anak-anak ada yang terpapar dari ibunya. “Kemarin saya cek di Bandung, dia melahirkan dari ibu yang terpapar, anaknya juga terpapar,” kata Kamil menambahkan.

Ridwan Kamil mengatakan varian delta tersebut saat ini ditemukan di dua daerah yakni Kabupaten Karawang dan Kota Depok.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan tracing untuk Covid-19 varian delta sedang dilakukan. Meski ia menyatakan belum mendapat laporan soal temuan kasus dari varian tersebut.

Sebelumnya, Daud mengatakan, Jawa Barat mengirim 110 sampel usap pasien Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan genom sequencing di Balitbangkes Kementerian Kesehatan. “Itu 65 sampel dari Labkes provinsi, dan 35 dari Bandung,” kata Daud.

Puluhan sampel tersebut dipilih dari sejumlah kategori. Di antaranya pasien Covid-19 yang masih berusia balita. “Sekarang lagi banyak menyerang anak-anak,” katanya.

Sejumlah kategori sampel usap pasien lainnya juga dikirim untuk pemeriksaan genome sequencing. Diantaranya sampel pasien yang 3 kali terpapar Covid-19, sampel pasien dari fasilitas Puskesmas yang mengalami lonjakan jumlah pasien, serta pasien yang sudah menerima vaksin Covid-19 tapi masih tertular.

Daud mencontohkan, pasien yang 3 kali terkena Covid-19 itu termasuk yang dicurigai terpapar varian baru. Ia mengatakan khusus untuk pasien yang sudah menerima vaksin Covid-19 tapi tertular umumnya tanpa gejala, atau bergejala ringan.

“Kena (Covid-19 varian delta) delta pun tidak separah yang tidak di vaksin, gejalanya ringan,” kata Daud yang menyebut belum seluruh hasil pemeriksaan genom sequecing tersebut rampung. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply