Harga bawang putih di Pangkalpinang mencapai Rp 100 ribu

Bawang putih, pixabay.com
Bawang putih, pixabay.com

Jauh jika dibandingkan harga normal Rp 20 ribu per kilo gram

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Read More

Pangkalpinang, Jubi – Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, naik hingga Rp 100 ribu per kilo gram. Harga itu jauh jika dibandingkan harga normal Rp 20 ribu per kilo gram.

“Harga bawang putih sudah dari kemarin naik, karena pasokan dari luar daerah sangat kurang untuk memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi,” kata Rina, seorang pedagang sayur di Pasar Rumput Pangkalpinang, Minggu, (5/5/2019).

Baca juga : Jelang puasa, pemerintah daerah diminta untuk mengawasi harga kebutuhan pokok

Dinas Perdagangan Nabire yakin kebutuhan pokok untuk Natal aman

Jelang Desember, Pemkab Jayawijaya antisipasi kelangkaan kebutuhan pokok

Ia mengatakan harga sayur mayur sehari menjelang puasa tahun ini cukup relatif stabil, kecuali harga bawang putih yang melambung tinggi. Misalnya bawang merah masih bertahan Rp 38 ribu per kilo gram, cabai merah keriting Rp 40 ribu per kilo gram, cabai rawit Rp 55 ribu per kilo gram.

“Stok sayur mayur selain bawang putih masih mencukupi, karena pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera lancar,” kata Rina menjelaskan.

Menurut dia permintaan sayur dan kebutuhan dapur sehari menjelang puasa mengalami peningkatan yang cukup signifikan, karena umat muslim mulai puasa.

“Biasanya sahur pertama puasa ini, ibu-ibu rumah tangga menyediakan berbagai makanan yang enak-enak untuk anggota keluarganya,” katanya.

Baca juga : Jayawijaya tetapkan HET kebutuhan pokok distrik terpencil

Papua bakal mengecek langung persediaan kebutuhan pokok

Pemkab Jayapura pastikan kebutuhan pokok Desember aman

Pendi, pedagang sayur lainnya mengaku stok bawang putih kosong, karena tidak lagi mendapatkan dari distributor.

“Sudah dua hari ini kita tidak mendapatkan pasokan, jadi wajar harga bawang putih ini melambung tinggi, apalagi permintaan konsumen meningkat tajam menjelang Ramadhan,” kata Pendi. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Related posts

Leave a Reply