Giyai ancam pecat Kepala Puskesmas tak produktif

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Tidak maksimalnya pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan Papua dan berkaca pada Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Asmat dan yang terbaru pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga yang terhenti sejak beberapa bulan terakhir membuat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giay angkat bicara.

Menurut Giyai, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga dan jajarannya untuk memberikan laporan terkini soal pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Saya akan panggil mereka. Masyarakat harus mendapatkan hak sulung mereka (pelayanan kesehatan) dan itu harus. Kalau tidak, mereka sudah melanggar undang-undang yang berlaku di Negara ini, di mana setiap warga Negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya menjawab pertanyaan Jubi, Selasa (15/1/2019) di Jayapura.

Dikatakan, apabila ada petugas kesehatan yang lalai atau tidak menjalankan tugasnya hingga berbulan-bulan sudah selayaknya diusulkan untuk dipecat dari tugasnya.

“Tugas mereka adalah untuk melayani masyarakat. Kenapa mereka pergi meninggalkan tugasnya. Ini harus bisa dijelaskan oleh Kadinkes Nduga,” ujarnya.

Selain itu dirinya meminta kepada para bupati juga harus turut andil menyelamatkan masyarakatnya dengan memberikan pelayanan kesehatan yang baik.

“Bupati juga jangan hanya tinggal diam. Harus ada kebijakan, dan jangan membiarkan kadisnya bekerja sendiri, kasihan,” katanya.

Sebelumnya tokoh masyarakat Nduga, Yek Lokbere meminta kepada pihak Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini Dinas Kesehatan Papua membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga untuk mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan.

“Banyak petugas kesehatan yang meninggalkan Nduga akibat kejadian tersebut. Untuk itu saya meminta kepada pihak Dinkes Papua untuk pelayanan kesehatan di wilayah Nduga agar berjalan kembali, karena ada beberapa masyarakat yang butuh penanganan medis pasca kejadian,” tulis Lokbere di lembar form pengaduan Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), Rabu (9/1/2019) sesuai rilis yang diterima Jubi.

Selain itu, Lokbere meminta agar pelayanan kesehatan jangan hanya terfokus pada Distrik Mbua tetapi juga terhadap Distrik Yigi dan 30 distrik lainnya yang ada di Kabupaten Nduga.

“Saya sampaikan apresiasi Gubernur Papua sudah berikan bantuan berupa makanan kemarin. Tetapi kami juga butuh pelayanan kesehatan,” ujarnya. (*)

Related posts

Leave a Reply