Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Facebook Inc mencurigai sejumlah hackers atau peretas dari Iran yang telah mengirimi e-mail ancaman warga Amerika Serikat yang punya hak pilih pada pekan lalu. Surat elektronik itu juga menyebarkan informasi yang salah tentang adanya kompromi dalam sistem Pemilu.
Facebook sudah membekukan sebuah akun palsu yang mencoba membagikan rekaman video lewat media sosial itu. Akun itu lalu mengarah pada lebih dari 20 akun lainnya di Facebook dan Instagram, yang mengungkap adanya operasi disinformasi yang mengincar beberapa negara, di antaranya Israel dan Arab Saudi pada 2019 lalu.
Baca juga : Amerika perkarakan warga Cina dan Malaysia peretas ratusan perusahaan
AS tuduh peretas China curi penelitian Covid-19
Pembongkaran jaringan akun palsu di Filipina, Duterte gugat Facebook
Beberapa badan intelijen Amerika Serikat masih menganalisis siapa sebenarnya di Iran yang mengendalikan operasi ini dan apa niatnya.
Kepala Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, Selasa, (27/10/2020) kemarin mengatakan baru menemukan beberapa akun yang sebagian besar sudah tidak aktif, namun sebelumnya berusaha menyebarkan klaim tentang dugaan adanya sebuah pembantaian pada tahun lalu di Israel.
Timnya telah menemukan beberapa link teknis terkait jaringan disinformasi yang sudah dibekukan pada April lalu, yang dikaitkan dengan stasiun televisi di Iran dan beberapa individu yang dikaitkan juga dengan Pemerintah Iran. (*)
Editor : Edi Faisol





