Ditembak Mati, MRP: Percuma Saja Kami Lahirkan Anak-Anak Papua

abugau
Anggota MRP, Ciska Abugau (kiri) bersama Debora Mote dalam suatu kesempatan – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Kejadian akhir-akhir di tanah Papua sungguh ironis, di mana pembunuhan yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan Negara Republik Indonesia terhadap orang asli Papua,khususnya kaum remaja.

Melihat sejumlah tragedi ini, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan, Ciska Abugau menegaskan, percuma saja  mengandung selama sembilan bulan hingga membesarkan. Sebab, ketika memasuki masa remaja akan ditembak mati oleh aparat.

“Sungguh sedih. Percuma saja kami mama-mama Papua ini melahirkan anak-anak kami. Karena kami punya anak-anak ini terus dibunuh oleh aparat,” kata Ciska Abugau kepada Jubi melalui sambungan selular, Senin (29/08/2016).

Menurut Abugau, hal itu bisa dilihat kejadian di Paniai pada 8 Desember 2016 dan di Intan Jaya (27/08/2016). Hal yang seharusnya bisa diselesaikan dengan tenang langsung angkat senjata. “Saya punya anak-anak di Papua ini bukan binatang yang terus diburu,” tegasnya.

“Kami di MRP terus bicara keberpihakan orang asli Papua. Tapi, kami dibunuh, ditembak, diteror terus menerus. Lalu, yang dibunuh juga anak-anak muda di usia SMP, SMA dan mahasiswa. Ini ada apa,” katanya kesal.

Untuk melihat dari dekat, pihaknya yang beranggotakan lima orang itu akan berangkat ke Sugapa untuk mendata dan memintai keterangan keadaan warga sipil, pemerintah daerah setempat, aparat kepolisian dan elemen lainnya.

“Besok kami dari MRP akan berangkat ke Sugapa. kami ada lima orang, saya sendiri Ciska Abugau sebagai koordinator, Debora Mota, Siska Okomonggp Mote, Frans Waine dan Ferri Kamaku,” ujarnya.

Sementara itu, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya (IPMIJ) di Jayapura menegaskan, kasus pembunuhan yang menewaskan Otinus Sondegau di Sugapa, Intan Jaya, Papua, Sabtu, (27/8/2016) oleh kesatuan Brimob harus dituntaskan secara terang-terangan dan jangan samakan dengan kasus Paniai Berdarah yang hingga kini belum ada titik temu.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua IPMIJ, Melianus Duwitauw, bahwa tragedi di Sugapa tidak bisa disembunyikan entah siapapun, sebab pelakunya telah diketahui oleh publik, yaitu oknum Brimob Detasemen C.

“Kasus penembakan terhadap saudara Otinus Sondegau terjadi pada siang hari. Dan kita semua sudah ketahui pelakunnya adalah oknum Brimob yang ada di Intan Jaya. Maka, kami meminta tidak ada orang yang bisa sembunyikan,” jelas Melianus Duwitauw didampingi sejumlah mahasiswa Intan Jaya dalam konfrensi pers di asrama mahasiswa Intan Jaya di Jayapura, Senin (29/08/2016).

Dikatakan Duwitauw, ia membandingkan dengan kasus Paniai Berdarah di mana saat itu ada banyak institusi yang berada di tempat kejadian, sehingga sampai saat ini tidak menemukan siapa pelaku. “Jangan samakan dengan kasus Paniai Berdarah. Karena, karena kasus Sugapa ini sudah jelas pelakunya,” tegasnya. (*)

 

Related posts

Leave a Reply