
Jayapura, Jubi – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua mengklaim mampu memenuhi kebutuhan daging dan telur pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua, Petrus Pasereng kepada pers, di Jayapura, Kamis (14/4/2016) mengatakan 2016 adalah tahun menuju kemandirian, dalam hal ini memenuhi kebutuhan daging dan telur.
“Ini sesuai dengan arahan gubernur, tahun ini adalah tahun menuju kemandirian, dan kami sudah siap masuk kemandirian,” katanya usai pembukaan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan se-Papua.
Menurut Petrus, pihaknya memastikan dapat memenuhi kebutuhan daging sebesar 80 persen dalam daerah, mengingat peserta PON yang akan hadir di Papua sebanyak 15 ribu orang.
“Terbukti tahun ini kami mendapat alokasi sapi eks Australia sebanyak 1.350 ekor, yang akan disebar di empat wilayah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi,” ujarnya.
Sedangkan untuk telur, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pengusaha dalam hal ini peternak ayam petelur yang ada di Merauke dan Kota Jayapura. Tahun ini peternak memiliki ayam yang sedang berproduksi sebanyak 75 ribu ekor. Pada saat 2020, direncanakan capai 250 ribu ekor. “Saya kira kalau ketersediaan daging dan telur kami optimis bisa tercukupi,” kata Petrus saat rapat koordinasi dan sinkronisasi program kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan.
Mengenai pengawasan, pihaknya tetap akan melaksanakan. Misalnya untuk kesehatan hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan melakukan pengawasan, pengendalian dan pencegahan.
“Kami lebih baik mencegah daripada mengobati, seperti penyakit yang sangat berbahaya tidak boleh masuk di Papua,” tutupnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen berharap Merauke bisa tetap dipertahankan sebagai lumbung ternak, khususnya ternak besar sapi maupun kerbau dengan terus dilakukan pengembangan.
Apalagi, lanjutnya, Merauke mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan ternak sapi tersebut, karena memiliki dua musim sehingga pakan untuk ternak tercukupi.
“Sekitar 30 persen populasi ternak sapi di Provinsi Papua ada di Merauke. Sehingga Merauke selama ini telah mensuplai daging sapi ke sejumlah daerah di Provinsi Papua,” kata Dosinaen. (Alexander Loen)