Cegah konflik baru, Bupati Jayapura minta masyarakat adat bantu pemetaan wilayah adat

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat menyampaikan keterangan pers di Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, Sabtu (25/4/2020). - Jubi/Engel Wally
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat menyampaikan keterangan pers di Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, Sabtu (25/4/2020). – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menyatakan  Tim Gugus Tugas Pemetaan Wilayah Adat sedang bekerja memetakan wilayah adat setiap kampung. Ia meminta semua masyarakat adat di Kabupaten Jayapura membantu mendukung upaya pemetaan wilayah adat itu, agar konflik tapal batas kampung tidak terulang lagi.

Read More

Hal itu disampaikan Mathius Awoitauw saat memberikan keterangan pers di Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura pada Sabtu (25/4/2020), terkait masalah pertikaian antara warga Kampung Kehiran dan warga Kampung Toware. “[Pemetaan dilakukan] supaya ada kepastian hukum atas tanah dan kepemilikan kita. Oleh sebab itu, harus ada kerja sama pemerintah dan masyarakat adat, sehingga ke depan kita dapat menata kehidupan yang lebih baik lagi,” kata Awaoitauw.

Pertikaian antara warga Kampung Kehiran dan warga Kampung Toware telah terjadi sejak Minggu (19/4/2020), menewaskan seorang warga dan membuat rumah puluhan rusak dibakar. Pertikaian itu terjadi setelah warga kedua kampung berselisih paham gara-gara pendirian pendirian pos Covid-19 di perbatasan wilayah kedua kampung.

Awoitauw menyesalkan terjadinya pertikaian antara warga Kampung Kehiran dan warga Kampung Toware. “[Konflik itu] awalnya dipicu oleh sekelompok anak muda yang dipengaruhi minuman keras,” ujar Awaoitauw.

Ia menegaskan sengketa atau perselisihan paham masalah apapun seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang bermartabat dan sesuai aturan hukum yang berlaku. “[Tidak bisa diselesaikan] dengan cara [kekerasan]. Kita semua punya akal sehat dan berpendidikan. Kehiran dan Toware bukan berada jauh dari kota,” kata Awaoitauw.

Ketua Klasis GKI Sentani Barat Moi, Pdt Adrianus Yapasedanya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait pertikaian antara warga Kampung Kehiran dan warga Kampung Toware. Yapasedanya ingin konflik itu segera diakhiri, agar para warga berfokus mengantisipasi pandemi Covid-19.

“Untuk menghadapi covid 19 ini, semua umat harus berada dalam situasi damai. Oleh sebab itu, kami berkoordinasi dengan jemaat dan kepala suku di bawah Klasis Sentani Barat Moi, agar dapat menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan segera berdamai satu dengan lainnya,” kata Yapasedanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts

Leave a Reply