
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua meminta agar seluruh aparat keamanan yang ada di daerah itu tidak kendor dalam menjaga situasi keamanan.
Hal itu dikatakan usai adanya kejadian penganiayaan disertai kekerasan yang dialami salah satu warga Jayawijaya, Eko Purnomo, Sabtu (5/10/2019) di samping gedung Tongkonan Wamena sekitar pukul 13.00 WP. Eko terluka dibagian kepala.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres, meminta agar keamanan tidak kendor dengan melakukan patroli maupun penempatan personel di titik-titik yang dianggap rawan,” katanya kepada wartawan di Wamena, Sabtu (5/10/2019).
Ia juga meminta agar masyarakat Jayawijaya tidak terpengaruh dengan situasi yang terjadi, karena hal itu murni tindakan kriminal karena melihat banyak rumah yang ditinggal mengungsi sehingga dijadikan kesempatan bagi orang-orang tidak bertanggungjawab.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya menegaskan kejadian itu murni tindakan kriminal atau pencurian, tidak ada unsur rasis atau pembalasan apapun.
“Kami masih melakukan pengejaran karena mereka melakukan aksi jambret, kemudian korban ini menolong tetapi justru dianiaya. Kita sudah mengetahui kelompok-kelompok dari mana, ,” kata Tonny Ananda.
Atas kejadian tersebut, polisi akan menampatkan personel di beberapa titik yang dianggap rawan.
“Ini tugas kami, dan akan lakukan pengejaran sehingga segera mengungkap kasus ini. Hari ini juga ada penambahan pasukan dari Brimob sekitar 50, besok datang 50 orang lagi, di tempatkan pos-pos yang dianggap rawan,” katanya.
Eko Purnomo yang juga menjabat ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) mengaku ia dibacok saat hendak menolong temannya yang dicegat dua orang bersepeda motor.
“Kebetulan saya baru pulang dari AURI, sampai di rumah yang juga di lorong Tongkonan ada orang berteriak minta tolong, saya langsung lari ke luar rumah, ternyata teman saya dan istrinya dicegat orang mau dirampok,” kata usai dilakukan pemeriksaan di RSUD Wamena setelah kejadian.
Atas kejadian itu, ia harap pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat lebih mengintensifkan penempatan anggota keamanan dan patroli di wilayah yang dianggap rawan. (*)
Editor: Syam Terrajana






