Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Badan Urusan Logistik (Bulog) Merauke, Papua membatasi penjualan gula pasir kepada para mitranya yakni rumah pangan kita (RPK). Pembatasan ini dengan tujuan agar mitra tidak menjual kembali di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan yakni Rp12.500/kg.
“Jumlah RPK kami mencapai puluhan. Jadi penjualan juga dibatasi. Setiap RPK diberikan gula pasir antara 2-4 karung. Setiap karung berisi 50 kg,” ungkap Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Merauke, Papua, Djabiruddin, saat dihubungi Jubi melalui telpon selulernya, Selasa (9/6/2020).
“Ya, kami dari Bulog menjual (gula) kepada RPK dibawah harga RP12.500/kg,” ungkapnya.
Lalu penjualan, menurutnya, tetap dengan harga Rp12.500/kg. Tidak boleh lebih dari itu, karena standar telah ditentukan seperti demikian karena tujuannya membantu masyarakat.
Dikatakan, dari 100 ton gula pasir yang didatangkan beberapa waktu lalu, 42 ton telah terjual. Masih tersisa 58 ton. Namun ada tambahan yang masuk kemarin sebanyak 25 ton. Dengan demikian, jumlah stok gula pasir di gudang Bulog Merauke, Papua sebanyak 83 ton.
Ditambahkan, dalam waktu dekat akan ada tambahan 150 ton lagi dari Perum Bulog pusat. Tujuannya untuk menjaga agar stok tersedia dan tak ada permainan harga di tingkat pedagang.
Salah seorang warga Merauke, Martha (50), mengaku dalam beberapa pekan terakhir dengan operasi pasar yang dilakukan Bulog, harga gula pasir masih normal yakni Rp 12.500/kg.
“Kalau dibandingkan dua bulan sebelumnya, harga gula pasir di tingkat pedagang sampai Rp 20.000/kg. Tentunya bagi kami masyarakat kecil, harga demikian sangat mahal,” ujarnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari






