
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi– Bulog Sub Divre (Divisi regional) Merauke, Papua menggelar operasi pasar dengan menjual gula pasir sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 12.500/kg dan tepung terigu Rp 9.000/kg.
Langkah itu dilakukan guna menekan harga di pasaran seiring meningkatnya harga gula dipasaran yang mencapai Rp20.000/kg.
Kepala Bulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin kepada sejumlah wartawan Jumat (29/5/2020) mengatakan, Bulog membawa satu ton gula pasir serta terigu ke Polres hari ini.
“Operasi pasar digelar karena dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat mengeluh akibat harga gula pasir maupun terigu mengalami peningkatan sangat signifikan hingga Rp 20.000/kg (gula). Sedangkan terigu sekitar Rp11.000/kg,” katanya.
Dikatakan Djabiruddin, kegiatan operasi pasar tidak hanya dilakukan di Polres tetapi di sejumlah tempat.
“Kita harapkan dalam 10 hari ke depan, harga gula pasir bisa normal kembali,” ungkapnya.
Kapolres Merauke, AKBP Agustinus Ary P menyampaikan terimakasih kepada Bulog, karena telah melakukan kegiatan operasi pasar untuk menekan harga.
Ia juga menegaskan akan menindak para pedagang yang menjual gula pasir dengan harga tak sesuai.
Sementara, Dandim 1707 Merauke, Letkol Eka Ghanta Chandra menambahkan, gula pasir itu tidak dijual kepada pedagang, tetapi dikhususkan kepada masyarakat.
“Kita harapkan masyarakat bisa terbantu dengan harga gula pasir yang dijual murah oleh Bulog Merauke,” katanya. (*)
Editor: Edho Sinaga





